MIANHAE (7A)

mianhae (3)

TITTLE :MIANHAE (7/7) | CAST : IM YOON AH |SEO JOOHYUN |WU YIFAN | OH SEHUN | GENRE : ROMANCE|SAD|SCHOOL-LIFE |

DISCLAIMER : ALL CAST BELONG TO GOD,THE STORY IS MINE ^_^

CREDIT POSTER =>  http://hyeorili.wordpress.com

Rumah bergaya eropa yang menciptakan kesan klasik dari tampilannya. Rumah itu tampak di sesaki oleh banyaknya manusia yang berkumpul dalam rumah itu. Bukan karena sebuah pesta perayaan meriah yang biasa di selenggarakan oleh mayoritas kaum berduit seperti pemilik rumah mewah di kawasan elit Gangnam,Seoul. Warna baju yang di kenakan oleh para manusia di dalamnya semua di dominasi warna hitam ,menandakan sebuah duka yang tengah di rasakan oleh sang tuan rumah.

Berbagai rangkaian bunga terpajang di depan pintu masuk, ucapan duka cita tidak berhenti mengalir dari semua kolega yang bertandang. Seorang pria muda disampingnya berdiri seorang pria paruh baya di muka keduanya menampakkan raut wajah lelah dengan ekspressi kesedihan yang mendominasi.

“Seunghyun-ah, aku turut berduka atas kepergian, Min-ah” ucap seorang pria paruh baya yang nampak seumur dengan pria  yang berdiri di samping pemuda berwajah datar sepertinya.

Oh Seunghyun, Pemilik salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan. Pria dengan wajah datar yang diturunkan kepada anak lelaki satu-satunya Oh Sehun ,memiliki istri dengan eye-smile yang semakin menambah kecantikannya, kecantikan yang seolah tak pernah pudar tergerus usia. Semua yang dimilikinya menjadi bahan keiirian khalayak umum, keluarga bahagia dengan perusahaan yang selalu mengalirkan berjuta bahkan bermilyar-milyar won dalam kehidupannya,membuat mereka tidak pernah merasa kekurangan. Kini semua itu tampak tidak berarti melihat gurat kesedihan yang sangat mendalam dalam bola mata kedua ayah dan anak itu , kehilangan sosok ceria penghangat es yang bersemayam dalam hati keduanya.

Oh MinAh yang kerap kali di sapa nyonya OH kini terdiam dalam tidur panjangnya, senyum hangat yang selalu tercetak di bibir tipis wanita itu kini tak muncul lagi digantikan dengan ekspresi datar yang sangat kontras saat benda kecil itu masih berdetak di dalam sana. Kehidupan memang tak selalu berjalan mulus bukan ada saat dimana kita akan berada dalam posisi kehilangan yang tidak seorang pun dapat menyelamatkanmu, ada saat dimana orang terkasih mu akan pergi meninggalkanmu. Perpisahan oleh kematian juga tidak akan bisa dihindari entah dengan sebuah penyakit mematikan ataupun tidak sama sekali,begitu pula yang terjadi pada ibu Sehun. Wanita paruh baya itu meninggalkan mereka tanpa menderita penyakit apapun hanya saja waktu hidup yang di berikan oleh pemilik semua kehidupan manusia di dunia lah yang mengharuskannya pergi tanpa mengucapkan kata perpisahan pada dua malaikat kesayangannya.

Gumpalan tanah perlahan-lahan menutupi peti mati yang baru beberapa menit lalu berada didalamnya. Para pelayat mulai meninggalkan tiga orang yang masih setia berada di depan makam orang terkasih mereka, detik demi detik berlalu di gantikan oleh menit dan jam. Sang pria paruh baya kini beranjak meninggalkan putranya yang masih setia berdiri di pusara ibunya, ah selain ayanhya seorang gadis dengan rambut coklat gelapnya tampak masih  berdiri di belakang sang pemuda, gadis itu hanya berdiri memandangi punggung pemuda di depannya tidak berniat mengucapkan kata-kata penenang yang biasa di lakukan sebagian besar orang. Baru saat bahu dan tubuh pemuda itu bergetar semakin hebat dengan kedua kaki yang melemah hingga tidak mampu menopang berat tubuhnya lagi , kedua lututnya membentur tanah yang di pijakinya sejak tadi. Tangan nya mengepal erat dengan menggenggam butiran tanah merah ,matanya memerah ,isakan juga air mata yang sejak tadi di tahannya kini nampak berlomba untuk di keluarkan. Gadis itu maju dan memeluk pemuda berkulit pucat itu mencoba membagi kehangatan yang di miliknya dan hanya dengan satu kalimat yang di ucapkannya dengan lembut pertahanan pemuda itu roboh.

“Menangislah,jika itu yang membuatmu lebih baik”

Raungan memilukan kini terdengar di penjuru pemakaman ,jejeran batu nisan menjadi saksi sebuah kehilangaan yang begitu berat bagi seorang Oh Sehun.

Tanpa keduanya sadari seorang gadis dengan rambut hitam sebahunya kini tengah terisak tertahan melihat betapa menyedihkannya sosok lelaki yang kini berada dalam pelukan gadis lain yang juga sahabatnya sendiri . Hatinya seakan ikut sakit melihat lelaki yang mungkin sampai saat ini masih menjadi pemilik hatinya menjadi begitu menyedihkan. Namun satu hal yang membuat ia lebih sakit yaitu kenyataan keduanya nampak begitu dekat seakan berada dalam sebuah hubungan yang lebih dari sebatas teman masa kecil.

YOONA POV

Pagi itu,agak mendung. Waktu baru menunjukkan pukul lima pagi ketika aku mendengar suara dering telepon rumah berbunyi. Ayah dan ibu masih tidur,jadi aku bergegas menyibakkan selimut dan berlari ke ruang keluarga untuk meraih telepon di atas meja.

“Halo.” Suaraku serak menahan kantuk yang masih tersisa.

“Yoongie”

DEG

Suara yang beberapa detik lalu menyapa gendang telingaku seketika membuat jantung ku berdetak abnormal, suara yang sangat kurindukan. Suara bernada tegas namun masih terdapat kelembutan ketika memamnggil nama ku, suara yang beberapa bulan ini tidak pernah terdengar lagi olehku.

“Yoongie, apa ini kau?,” ucap seseorang di sebrang sana.

Aku segera tersadar dari keterkejutan yang ku alami selama beberapa saat. “ Ne. wae? Oppa, masih mengingat ku? Setelah beberapa bulan ini menghilang tanpa memberi kabar pada ku,” ucapku sinis.

Terdengar helaan napas yang di lakukan Kris oppa. Ya orang yang menelpon ku saat ini adalah Kris oppa. Begitu banyak pertanyaan yang ingin ku tanyakan pada oppa,tapi kata yang keluar adalah kalimat sinis untuknya. Mungkin itu adalah bentuk kemarahan ku padanya yang begitu mendominasi diriku.

“Mianhae Yoongie-ah. Oppa tau,oppa salah tidak memberi kabar . aku terlalu egois hanya mementingkan kesibukan ku. Aku berpikir kalau kau akan mengerti dengan kesibukan kuliah ku. Tadi oppa menghubungi nomor handpone mu tapi selalu dalam keadaan tidak aktif,jadi oppa menghubungi telpon rumahmu. Oppa akan segera kembali ke Seoul mungkin lusa oppa baru sampai. Ada begitu banyak yang ingin oppa katakan, tapi bisakah kau kerumah Sehun sekarang? Ummanya meninggal dia pasti butuh seseorang untuk di sampingnya.”

Perkataan Kriss oppa jauh lebih membuat aku terkejut. Tanpa sadar aku menahan nafas ku selama beberapa menit, jantungku seakan berhenti berdetak. Bayangan Sehun oppa mulai bermunculan di benakku.

“Jinjja? Geurae aku segera kesana, aku tutup ne.See u Oppa,” jawabku. Aku langsung bergegas menaiki tangga menuju kamar ku, bersiap-siap ,menuju rumah Sehun oppa. Aku begitu khawatir terhadapnya, dia yang sangat menyayangi eommanya pasti merasa sangat kehilangan. Aku bahkan melupakan kemarahanku terhadap Kriss oppa.

Kekhawatiranku kian bertambah saat melihat reaksi yang saat ini di tunjukkannya. Ia disana berdiri disamping ayahnya dengan wajah datar yang lebih datar dari biasanya,matanya nampak menunjukkan kelelahan yang pasti tengah dirasakannya,namun selebihnya tidak menunjukkan perasaannya yang sebenarnya. Hingga saat pemakaman berakhir ia tak kunjung bergerak, baru saat ayahnya pergi aku melihat bahu di ikuti tubuh Sehun oppa bergetar dan di ikuti tubuhnya yang jatuh dalam posisi berlutut di samping makam ibunya menggenggam erat tanah yang berada di depannya aku langsung memeluk tubuhnya menyuruhya untuk tidak berpura-pura kuat dan mengeluarkan semua yang sejak tadi di tahannya. Saat ia menangis aku benar-benar merasa sakit, seakan apa yang tengah di alaminya adalah apa yang aku alami.

SEOHYUN POV

Mataku sembab dengan jejak air mata yang belum mengering di kedua pipiku. Hatiku seakan di buat sembilu dengan kenyataan yang begitu kejam menamparku. Mendengar dari mulut Sehun oppa yang mengatakan bahwa ia dan yoona unni ada dalam sebuah hubungan yang lebih dari sekedar kakak-adik.

FLASHBACK

 

Satu hari setelah pemakaman untuk pertama kalinya aku menguatkan tekadku untuk menyapa Sehun oppa. Sikapnya masih tetap dingin padaku tapi setidaknya ia sudah mau merespon ucapanku terhadapnya. Aku menghampirinya di taman belakang sekolah yang entah sejak kapan menjadi tempat favorit untuknya. Mendudukan diriku tepat di sampingnya.

“Annyeong Oppa.”  Sapaku pada dirinya yang masih menutup kedua matanya.

“Apa yang ingin kau katakan?,” balasnya. Ia membuka matanya dan menampilkan iris hazel yang ku sukai selama ini. Aku sedikit sakit hati dengan perkataan dinginnya.

“Aku hanya ingin berbicara padamu. Kita sudah lama tidak berbicara satu sama lain oppa juga bisa berbagi cerita dengan ku dan ku harap kau mau memaafkan ku. Juga aku turut berduka terhadap ibumu,” balasku dengan tangan yang mencengkram erat rok seragamku dan pandanganku yang menatap ke dua sepatuku.

“Aku sudah memaafkanmu,tapi aku belum bisa untuk bercerita padamu Seohyun. Ah sebenarnya aku ingin memberitahumu sesuatu,kurasa ini saat yang tepat. Aku dan yoona berpacaran. Aku harap kau tidak menyalahkannya, aku yang memintanya untuk jujur pada perasaanya sendiri.” Ucapnya mengakhiri pembicaraan kami kemudian beranjak pergi. Tanpa sadar air mataku menetes seiring petir  juga angin yang berkecamuk dalam hatiku menimbulkan badai di dalam sana.

Entah sejak kapan kakiku mulai beranjak meninggalkan taman itu. Aku berlari menyusuri koridor sekolahku satu dalam piriranku aku harus meninggalkan sekolah. Tidak sengaja aku menabrak seorang gadis yang berada di didepanku juga kini memelukku lebih tepatnya menahan tubuhku agar tidak terjatuh aku seakan mengenalinya dan benar saja gadis itu adalah Yoona unni.

“Hyunnie, neo gwenchana?”  tanyanya dengan nada panik. Aku sangat ingin berteriak dan mengamuk terhadapnya, tapi aku tidak bisa. Dia adalah orang yang sudah kuanggap saudara aku tidak akan pernah bisa marah padanya, meski rasa sakit dan kecewa sangat besar terdapnya. Jadi aku memilih meninggalkannya berlari sampai di luar sekolah, menahan sebuah taksi yang kemudian membawaku pergi dari tempat yang menyakitkan bagiku.

FLASHBACK END

 

Aku tahu aku salah terhadap Sehun oppa,tapi aku benar-benar mencintainya. Aku bahkan memilih dia di banding Yonghwa oppa. Aku merasa  sakit bukan karena aku harus melepasnya tapi karena dia yang menganggap kami bukan apa apa lagi,dia sudah sejak lama berhenti mencintaiku dan aku terlampau bodoh masih mengharapkan ia akan kembali padaku.

tbc

Advertisements

8 thoughts on “MIANHAE (7A)

  1. ya ampun… kok dikit banget sih unnie?
    tadi aku pikir yg meluk sehun itu adalah seohyun. hampir aja aku pengen lempar nih hp*plak#tolong abaikan.
    penasaran…
    nanti kalo sehun tahu yoong dan kris pacaran. apa reaksinya ya? semoga sehun nggak marah sama yoong dan semoga kris dan sehun berantem memperebutkan yoong*kok doanya jelek sih nih reader? hehe…
    ditunggu chap selanjutnya

  2. Mian aku komennya loncat gak papa ya *bow
    Sbentar thor, rada aneh ya bukannya di chapter sebelumnya Seo lebih memilih Yonghwa ya? 😮
    Tapi sekarang kok berubahnya cepet banget? Apa aku yang gak konsen baca? Hihi 😀

    • Oh ia gk pa” chingu.

      It seo sbnr.a blm bsa mope on . Dia.a gk jujur ke yoona. Blg.a milih yonghwa tp dlm hti masih ad rasa am sehun.. gt ehehehe bingung y? Sama nae jg bingung ahaha..

      Psstt ini ksh nyata chingu ahaha yah bsa d blg yoona it nae. Sdng seohyun teman nae. Nae jg gk ngrti prasaan dia ehehe. Tau.a sih cman dia msh pu.a rasa sm org yg jd sehun eheheh … #curcol

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s