I am Not The Only One

image

Title : I am Not The Only One || Cast : Im Yoon Ah | Oh Sehun || Oc : Find by Ur Self || Genre : Sad

Disclaimer : the story belong to me and all cast belong to God. ^^

“Saya,Oh Sehun, menerima, Im Yoon Ah untuk menjadi istri, untuk memiliki dan menerima, mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, kaya maupun miskin, sakit dan sehat, untuk saling menyayangi dan menghargai, hingga maut memisahkan.”

“Saya, Im Yoon Ah, menerima, Oh Sehun untuk menjadi suami, untuk memiliki dan menerima, mulai hari ini dan seterusnya, dalam suka dan duka, kaya maupun miskin, sakit dan sehat, untuk saling menyayangi dan menghargai, hingga maut memisahkan.”

Sumpah yang kami buat. Saling berjanji selalu bersama dalam suka maupun duka. Hari paling membahagiakan bagiku. Sumpah yang di ucapkan di hadapan pendeta di saksikan seluruh tamu dan keluarga kami. Sumpah di musim gugur.

Pernikahan kami terjadi bukan seperti pasangan yang saling mencintai. Kata cinta dalam hubungan kami seperti hal tabu. aku dan Sehun menikah atas dasar hubungan perjodohan. Ya. Kami berdua di jodohkan orang tua.

Mungkin jika aku tidak di jodohkan dengannya. Aku akan menolak keras perjodohan ini. Tapi, apa yang bisa ku lakukan jika aku mencintainya? Bisakah kau bayangkan?

Saat makan malam yang diadakan kedua orang tua kami. Aku bertemu dengannya. Lelaki yang telah ku cintai sejak SHS. Lelaki dengan kepribadian dingin,namun menjadi lelaki most wanted.

Dua keluarga tampak menikmati makan malam di salah satu restoran mewah. Raut wajah bahagia terlihat jelas pada dua pasang suami istri paruh baya berbanding terbalik dengan sepasang lelaki dan gadis di meja tersebut. Si gadis dengan raut wajah canggung namun tidak dapat menyembunyikan binar bahagia dan penuh pujaan pada lelaki di hadapannya. Sedang si lelaki berwajah datar, tidak ada ekspresi apapun yang di tampilkannya. Ironis.

“ughh.. apa aku bermimpi. Dia? Lelaki yang akan di jodohkan denganku? mimpi apa aku semalam? Kyaaaa… aku bersyukur tidak menolak perjodohan ini.”  Batin si gadis bergaun biru dengan model backless. Senyum menawan terulas di bibir berwarna ceri si gadis.

Datar. tidak ada tanggapan balik. Wajah si pria tetap datar menanggapi senyum yang di lemparkan gadis di hadapannya.

“Huhhh… tidak ada reaksi. pabo. Apa yang kau harapkan Yoona. Tentu saja dia tidak akan membalasnya. Bukankah sejak dulu ia seperti itu.”

Senyum di wajahnya memudar. Terganti dengan ekspresi kekecewaan yang tidak mampu di  tutupi.

__________

Sepasang anak manusia dengan jenis kelamin berbeda di salah satu taman. Suasana canggung melingkupi keduanya.

“Aku menerima perjodohan ini hanya karena agar aku dapat menjadi presdir menggantikan ayahku. Jadi,jangan mengharapkan gambaran pernikahan bahagia denganku. Kita berdua hanya orang asing yang terikat dengan status pernikahan. Jangan mencampuri kehidupan pribadi ku.”  Ucap lelaki berkemeja abu-abu . Menatap tajam gadis di sampingnya.

Perih. kata yang menggambarkan perasaan yang di rasakannya saat ini. Impian tentang pernikahan bahagia di hancurkan dengan kejam oleh sang pemeran utama pria dalam impiannya.

“Sesulit itukah? Apakah aku benar-benar tidak menarik untuknya? Bahkan ketika kita bertemu untuk pertama kalinya sejak 6 tahun lalu.  Ahh.. kau menyedihkan Im Yoon Ah” batin Yoona.

Di palingkan wajahnya kearah lain. Menghindari Sehun melihat cairan bening yang bertumpuk di kedua bola mata rusanya.

“Dia tetap datar. Wajahnya tidak memiliki ekspresi bersalah sedikitpun setelah mengucapkan  kata-kata itu? Apa ia tidak menyadarinya,Menyadari bahwa perkataannya melukai ku?.” Batin Yoona.

“Aku mengerti. Aku tidak akan mencampuri urusan pribadi mu. Tapi, aku membutuhkanmu untuk bersikap layaknya pasangan suami istri di depan kedua orang tua kita dan orang lain.”  Mencoba memberi tatapan datar seperti lelaki di sampingnya. Menutupi luka baru yang di torehkan si lelaki beriris hazel.

____________

“Apa kau mempunyai waktu malam nanti?” tanyaku saat memasangkan dasi Sehun.

Aku tidak mampu menatap iris hazel yang menatap tajam padaku. Iris yang seakan mampu membongkar seluruh rahasia hati ku. Rahasia yang telah lama ku simpan rapat.

“Tidak. Aku sibuk”

“Ah. Baiklah. Aku kira kau punya waktu luang. Aku ingin mengajakmu dinner bersama sahabatku. Ia ingin bertemu denganmu. Ia tidak sempat menghadiri pernikahan kita.”

“Mm. Aku pergi.” Memakai jas yang ku siapkan . Kemudian berbalik memunggungiku. Berlalu dari hadapanku tanpa senyuman seperti biasa.

Aku hanya bisa memandangi punggung Sehun. Selalu seperti itu. Lima bulan pernikahan kami. Sifatnya tidak menunjukkan kelembutan sedikitpun padaku.

Pandanganku menyebar segala penjuru. Menyapukan pandanganku ke seluruh sudut restoran bergaya sederhana namun tidak menghilangkan kesan elegan. Mencari keberadaan sahabat ku Kris. Lelaki berdarah Cina-Kanada. Sahabat  juga cinta pertamaku sebelum aku bertemu Sehun.

Pandanganku tertumpu pada lelaki dengan rambut blonde. Ah. Itu dia. Kris melihatku, melambai padaku disertai senyum lebar yang selalu menjadi penenang hatiku.

Kris bangkit dari duduknya. Berjalan mendekat kearahku yang tinggal selangkah lagi ke meja yang di pesannya.

“Aku merindukanmu,Yoongie” Kris membawaku kedalam dekapannya. Hangat. Perasaan ku menghangat begitu juga dengan hatiku. Pelukan Kris tidak pernah berubah. aku menyukai rasa yang di berikannya padaku.

“Aku juga merindukanmu,Kris. Kau jahat tidak menghadiri pernikahanku. Baru memberi kabar selama lima bulan menghilang tanpa memberiku kabar sekalipun.” mengurai pelukannya dan memberinya pukulan kecil di dada bidang Kris. Melampiaskan kekesalanku padanya dengan bibir mengerucut. Hal yang kerap kali kulakukan saat kesal. Panggil aku kekanakan, tapi inilah aku.

Mian. Aku tidak bermaksud menghiraukanmu. Tapi,aku sibuk dengan perusahaan induk di Kanada. Kau tahukan aku tidak bisa membiarkan kesalahan sedikitpun dalam kinerja perusahaanku.”

“Ya..yaa. Kris si workaholic. Kau tidak berubah. Ya.”

“Ahaha.. kau satu-satunya orang yang mengenalku dengan baik,Yoongie. Untuk itulah aku mengajak mu dinner bersama suami mu sebagai permintaan maafku.”

“Jadi, dimana suami mu?” Ucap Kris dengan tatapan bertanya.

Deg. Perkataan Kris berhasil membuatku mengingat semua kesedihan yang sempat terlupakan karena kehadiran Kris. Hatiku kembali mengilu ketika mengingat Sehun.

“Ia tidak bisa ikut saat ini,Kris. Sehun sama sepertimu. Workaholic. Jadi, Sehun menitipkan ucapan maaf padamu.” berusaha tersenyum menutupi kesedihanku. Aku tahu hal bodoh jika aku berpikir bisa membohongi Kris. Kris sudah mengenalku hampir separuh kehidupanku. Aku dan Kris bersahabat sejak kecil.

“Benarkah?” Memandangku dengan tatapan menyelidik.

“Ya. Uhm. Apa kau akan terus memeluk ku? Kau menjadikan kita berdua pusat perhatian. Bodoh.” Berusaha mengalihkan perhatiaan Kris. Aku tidak berbohong dengan yang ku ucapkan barusan. Aku dan Kris benar-benar menjadi pusat perhatian sejak tadi. Meski aku mengurai pelukan kami. Tapi, lengan Kris masih setia melingkari pinggangku.

“Ouopss. Kau benar,Yongie. Maaf. Ahaaha” balasnya dengan wajah bodoh karena tawa dan cengiran konyolnya.

Aku menikmati makan malam yang kulakukan bersama Kris. Kris selalu menceritakan kejadian konyol yang di alaminya saat berada di Kanada. Membawaku mengenang masa lalu kami berdua. Membuatku membuka pintu perasaan lama yang kupunya untuknya. Perasaan sama yang kurasakan pada Sehun saat ini.

Deg. Apa yang baru saja ku pikirkan? perasaan apa ini? Perasaan hangat yang dulu kurasakan kembali. Apa aku baru saja berpikir bahwa aku kembali mencintai Kris? Pabo. Sadarlah Im Yoon Ah. Kau sudah bersuami.

Berusaha mengalihkan perhatiaan dan menjernikan pikiran ku yang menjadi gila.

Perhatianku tertarik pada pasangan dimana sang pria menggenggam mesra tangan gadisnya di atas meja. Andai aku  dan Sehun seperti mereka. Duh. Pikiranku semakin menggila.

Tunggu. Aku cukup familiar dengan sang pria. Siapa dia? Apa aku mengenalinya? Dia terlihat mirip seperti…

Aku terkesiap dengan napas ku yang kini memburu. Aku mengenalnya. Tentu saja aku mengenal sang pria. Dia adalah suamiku sendiri. Oh Sehun. Apa yang dilakukannya? Apa gadis itu kekasihnya? Inikah yang dikatakannya sibuk?

Apa yang kau harapkan Im Yoon Ah? Sehun akan mencintaimu? Mimpi saja kau selamanya. Batinku tertawa miris dengan kesadaran yang kembali menamparku.

“Yoong,Yoong,Yoongie!” teriak Kris mengundang perhatianku dan pastinya pengunjung di tempat ini.

“Ugh. Kris. Kau membuatku malu. Ada apa?” kepalaku tertunduk dengan wajah memerah.

“Ck. Kau baru akan sadar kalau ku teriaki. Apa yang kau pikirkan.Hm? Pikiranmu tidak berada disini bukan? Kau juga pucat. Apa kau baik-baik saja? Kau ingin pulang sekarang?” rentetan pertanyaan Kris membuatku merasa bersalah karena mengacuhkannya dan membuatnya khawatir.

“Mian. Aku merasa lelah. Tak apa?”

“Huh. Sudah ku duga. Ayo. Kuantar pulang. Kau kesini membawa mobil?”

“Aku di antar supir.”

“Bagus. Aku akan langsung mengantar mu pulang.” Kris memanggil pelayan membayar makanan kami.

Beranjak dari kursi yang ku duduki. Aku dan Kris meninggalkan restoran dengan lengan Kris melingkar lembut di pinggang ku. Kalian mengira aku akan merasa risih dengan tindakannya? Well. Kalian salah aku tidak keberatan hal itu sudah menjadi hal biasa bagi kami berdua.

Kami berdua bergegas meninggalkan restoran tanpa sadar di ikuti tatapan tajam dari salah satu pengunjung restoran.

Mobil Kris memasuki pekarangan rumah kediaman ku.” Kau akan baik-baik saja kan?” Kris menoleh dengan tatapan khawatir yang sangat.

“Tenang saja. Aku hanya perlu istrahat. Kau tidak perlu khawatir.”

“Baiklah. jika aku ingin bertemu dengan sahabat manis ku ini apakah boleh?”

“Pertanyaan konyol. Tentu saja. Aku akan senang. Aku akan selalu mempunyai waktu untukmu ,Kris. Bahkan jika aku tengah rapat. Aku akan menemuimu. Ehehehe” jawabku sembari terkekeh mendengar pertanyaan konyol Kris.

Kedua sudut bibir Kris terangkat menampilkan senyum yang selalu berhasil membius kaum wanita. Begitu juga aku.

“Aku senang kau tidak berubah. Kalau begitu masuklah. Bawa pantat cantikmu ke dalam dan istrahatlah.”

“Ay ay captain!.” Seru ku. Membuka pintu mobil. Melambai dan memberikan senyum tulus ku hingga mobil Kris menghilang dari pandanganku.

Saat mobil Kris pergi. Aku masih terpaku dalam diam. Otak brengsek ku kembali membawa ingatan kejadian saat di restoran. Pasangan yang menikmati malam dengan senyum juga binar cinta di kedua iris mata mereka. Lelaki yang menyandang status suami bagiku adalah lelaki yang menggenggam jemari gadis lain.

Sudah lewat dua jam. Waktu menunjukkan pukul 10:30 pm. Sehun tidak kunjung pulang. Apa Sehun menghabiskan malam dengan gadis itu? Ah tentu saja. Apa lagi yang ku ragukan? Alasan dia tidak pernah menyentuh selama ini pasti karena gadis itu. Kenapa aku begitu naif? Berpikir bahwa Sehun tidak mempunyai gadis lain saat di jodohkan denganku. Bodoh. Kau bodoh Im Yoon Ah.

——–

Secercah cahaya mentari menyelusup ke dalam ruang berukuran luas dan terkesan mewah dengan ranjang king size mendominasi ruang. Sosok gadis terlelap dengan wajah damai. kelopak matanya bergerak. Terbuka secara perlahan terganggu dengan cahaya yang mengusik tidur lelapnya. Tangannya di gerakkan kesamping. Mencari keberadaan sosok yang seharusnya menemani tidurnya.

Senyum kecut terukir lemah di bibir ceri sang gadis. Menyadari orang itu tidak kembali. Membiarkannya terlelap diselimuti dingin malam yang di balut dengan kehampaan.

Tubuhnya bergegas bangkit dari tidurnya menuju kamar mandi. Mempersiapkan dirinya melaksanakan tugasnya sebagai CEO di perusahaan keluarganya.

———

Enam bulan sejak kejadian itu. Berulang kali Yoona melihat Sehun bersama gadisnya. Entah mengapa, seakan kejadian restoran itu ibarat kunci untuk membuka kotak pandora. Hubungan Sehun.

Sehun selalu terlihat bersama gadis itu. Lunch bersama di tempat Yoona juga menghabiskan waktu makan siangnya. Tertawa bersama dalam mobil Sehun dimana mobil Yoona persis di samping Mobil milik Sehun menunggu traffic light berwarna hijau. Dan banyak kejadian yang sukses membuat Yoona tersakiti lebih dalam.

Yoona tidak pernah memikirkannya. Memikirkan hal itu akan terjadi. Mencoba membawa perasaan dan pemikiran positif kepada Sehun. Menolak semua air mata yang selalu menemani kala hatinya teiris berdarah. Kadang Yoona berharap untuk mengakhiri semua siksaan dan luka batin yang dirasakannya. Mungkin dengan berpisah. Tapi,Yoona sadar dia masih membutuhkan Sehun. Masih mencintai Oh Sehun.

Seringkali panggilan sayang yang di lontarkan Sehun padanya tiap mereka harus bersandiwara di depan keluarga dan kerabatnya membuat Yoona merasa jijik juga sakit. Yoona tahu kata itu bukan hanya untuknya.

Yoona selalu merasa ada perasaan aneh. Sesuatu yang salah tiap kali ia mencoba meminta waktu Sehun untuknya. Sehun seperti menyembunyikan sesuatu,tidak bisa Yoona percayai. Sedihnya sekarang ia tahu apa yang membuatnya merasakan perasaan itu. Yoona bersyukur Sehun tidak mengetahui perasaannya.

Yoona mencintai Sehun sejak mereka berada di bangku SMA. Yah bertahun-tahun yang lalu. Kebaikan Yoona,kelembutannya,kecerdasannya,dan kecantikan gadis itu tidak bisa meluluhkan hati seorang Oh Sehun. Suaminya sendiri. Yoona tidak akan pernah cukup pantas bagi seorang Oh Sehun.

Hubungan Sehun. Ketidakpeduliannya. Membuat Yoona tersadar terhadap perasaan yang selalu di kunci rapat dalam sudut hatinya. Membuatnya sadar tentang ketakutan terdalamnya. Sehun tidak akan pernah mencintainya itu semua Sehun tunjukkan dengan semua kebohongan dan perselingkuhannya. Menghancurkan semua bayangan semu Yoona tentang hubungan bahagia keduanya.

Fin.

hai..hai…. annyeong.. holla.. 😁😁

Nae kambek lagi dengan ff sedih ahahaha jangn bash hayati… 😁..

comment n like y. gomawo��

😄😄:)😍�

image

Advertisements

21 thoughts on “I am Not The Only One

  1. Sediiiiihhhh.sequel donggg.masih gantung bangett.yoona suka sama kris kan?lagian kan ada kalimat pas yoonkris keluar ada yang natap tajam.sehun bukan?sequel please.kasih kejelasan perasaan sehun hikss

  2. Author kejam nih.. Lagi asik asik baca.. Penasaran tingkat dewi cantikkan jadinya *plak* itu sehun jahat amat,, kasian yoona.. Masak gak kegiur sih sama kecantikan yoona.. Fiyuhhh *poor yonna* next chap thor fighting!

    • Ahaha..

      Iy si cadel kejam 😅😅

      Gomawo dh rc y 😄😃

      Kl mau slhkn bca seq.a ya EXPLANATION.. biar thu alasan sehun lakuin it sama yoona .. #promosi ahahha😀😂😅

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s