image

  Title : True Love
   Cast : Im Yoon Ah || Choi Siwon
   OC : Find by ur self
   Genre: Romance
    Length : One Shoot

Disclaimer : all cast belong to god. The story belong to me ^^

“Nah,Yoona. Kenalkan dia Siwon anak tante.” Ucap Choi Yuri mengenalkan anak lelaki kesayangannya pada gadis kecil di hadapannya.

“Ayo, Yoongie. Kenalan pada Siwon. dia anak tante Yuri. Kau ingin seorang kakak,bukan? Mulai sekarang Siwon akan menjadi kakak mu” jelas Im Min Ah.

Kedua bocah dengan jenis kelamin berbeda saling menatap. Iris coklat bersitatap dengan iris hitam di hadapannya. Bocah perempuan kecil itu kemudian tertunduk malu. Pipi gembil seputih susu itu dihiasi pemerah alami.

Uluran tangan terjulur di hadapannya. Kepala kecilnya mendongak melihat sang pemilik tangan. Pandangannya di sambut dengan senyuman paling menawan dari bocah lelaki yang akan menjadi kakak yang di inginkannya seperti kata ibunya.

“Choi Siwon imnida” uluran tangannya masih tetap menunggu sambutan dari bocah kecil menggemaskan di hadapannya dengan senyum terulas di bibir kecilnya menampilkan barisan gigi putih kecil miliknya.

Dengan ragu tangan mungil itu terjulur membalas uluran tangan bocah lelaki itu. ” Im Yoon Ah imnida.” Balasnya dengan senyum serupa dengan sosok di hadapannya.

Pertemuan itu. Awal dari segalanya. Yoona yang hanya menganggap telah mendapat sosok kakak untuknya karena kehadiran Siwon, begitu juga Siwon yang menganggap telah menemukan adik untuknya. Tanpa disadari keduanya mereka telah terikat dengan benang merah sang takdir.

“Ahahaha.. menyenangkan sekali kan,oppa.” Tawa bocah perempuan dengan rambut bergelombang berwarna coklat terdengar.

Tidak ada jawaban dari sosok yang di panggilnya Oppa. Bocah lelaki itu sibuk dengan dunianya sendiri,bukan bermaksud menghiraukan bocah yang sudah dianggapnya adik itu. Hanya saja bocah lelaki itu sibuk menetralkan perutnya yang serasa di kocok juga kepalanya yang pusing karena permainan yang di lakukannya bersama Yoona. Siwon kecil dibuat syok dengan kekuatan yang di miliki Yoona kecil. Bagaimana bisa bocah yang baru menduduki kelas 5 sd dengan jenis kelamin perempuan itu memiliki kekuatan yang sanggup memutarnya dengan kedua tangan mungilnya.

“Oppa? Kau baik-baik saja? Apa Yoongie sudah berbuat salah? Yoongie nakal? ” suara Yoona terdengar kembali,pemiliknya kini berdiri di hadapan Siwon dengan raut wajah khawatir di barengi lapisan bening yang terancam tumpah di kedua bola matanya.

“Aniyo, Yoongie tidak salah. Oppa hanya ingin beristrahat.Oppa lelah.” Jawab Siwon terlampau cepat demi mencegah buliran air bening itu tumpah. Siwon tidak menyukai jika ia menjadi penyebab iris coklat itu mengeluarkan cairan yang paling di bencinya.

“Benarkah?

“Ne. Kemari, Yoongie juga pasti lelah bukan? Nanti mainnya di lanjut lagi”

“Yeaaiiii.. arrasseo ,oppa”

Yoona kecil mengikuti Siwon. Duduk di bangku taman yang berada tidak jauh dari rumah keduanya.

———-

“Kyaaaa…. Yoongie. Kesini sekarang” teriak Sooyoung sembari menarik gadis yang hendak masuk kedalam kelas.

“Aish, hentikan tingkah memalukanmu itu, bodoh.” ucap Yoona dengan wajah masam.

“Mian, Yoongie. Kau tahukan aku tidak bisa mengontrol prilaku ku jika itu menyangkut Choi Siwon. Ah, bahkan marga kami sama. Apa aku dan Siwon oppa berjodoh? Kyaaaa!” Bukannya berhenti Sooyoung semakin histeris mengundang perhatian siswa lain.

“jangan bermimpi. Mana mungkin Siwon oppa tertarik padamu.”

“Yak! Sahabat macam apa kau ini”

“Ini demi kebaikanmu,bodoh. Berhentilah bermimpi.”

Perkataan Yoona di balas dengusan Sooyoung yang masih setia memandangi Siwon ,senior yang paling di incar oleh hampir seluruh siswi di SHS tempatnya bersekolah.

Yoona memandang datar sosok yang tengah menjadi pusat perhatian sahabatnya sejak JHS. Siwon yang tengah berlatih basket menjadi tontonan menarik. Tapi, baginya hal itu hal biasa. Hubungan keduanya merenggang saat keduanya menduduki bangku SHS.

———

DRAP

DRAP

DRAP

Langkah kaki terdengar bergema di sepanjang lorong koridor kelas Yoona. Mengusik Yoona dan Sooyoung, keduanya keluar kelas dan mendapati hampir seluruh teman sekolahnya berlari menuju suatu tempat. Saling melempar pandangan kebingungan hingga memutuskan menahan salah satu siswi yang lewat di hadapan mereka berdua.

“Hey. Ada apa ini? Apa yang terjadi?” Tanya Sooyoung menahan lengan salah seorang siswi dengan name tag Kim Taeyon.

“Senior Choi menembak kakak kelas kita Tiffani Hwang. kau tidak ingin melihatnya? Kalo begitu aku duluan”

Keduanya membatu mendengar kabar itu. Sooyoung tersadar lebih
dulu, menarik lengan Yoona menuju tempat yang pasti telah ramai di padati siswa sekolahnya.

Yoona berlari mengikuti Sooyoung dengan pikiran kosong. Pandangannya menatap hampa jalan yang mereka lalui. Entah mengapa dadanya terasa sakit.

Keduanya tiba di lapangan basket yang telah di sesaki siswa. Berusaha menerobos hingga mencapai depan barisan dimana di tengah lapangan itu berdiri dua orang yang menjadi aktor dan aktris utama dari drama picisan yang sering di tonton remaja seusia mereka.

Iris coklatnya menatap nanar sosok yang berdiri beberapa langkah di hadapannya.

“I love you, Tiffani. Would you be my girl?” Ucap Siwon dengan posisi tubuh berlutut dengan buket mawar di tangannya.

Gadis di hadapannya nampak terkejut, tak mampu berkata-kata ia hanya menjawabnya dengan anggukan kepala yang telah berhasil menerbitkan senyum menawan seorang Choi Siwon, di iringi sorakan siswa lainnya.

Keduanya di penuhi rasa bahagia tanpa mengetahui ada hati yang patah karenanya. Perasaan sesak memenuhi rongga dadanya kala mengetahui sebab dirinya merasa sakit. Itu semua karena perasaan cinta yang baru di sadarinya.

—–

Siwon cukup bahagia dengan hubungan yang di jalaninya bersama Tiffani kekasihnya sejak SHS. Menginjak dunia perkuliahan hubungan mereka tetap berlanjut.

Namun ada yang berbeda dalam hatinya kini. Ada perasaan aneh yang kembali membayanginya. Perasaan yang di rasakannya pada gadis dengan iris kecoklatan yang sudah di anggapnya adik.

Perasaan yang membuatnya tidak tenang dan memutuskan menjaga jarak dari Yoona sejak SHS. Siwon dan Yoona sudah jarang menghabiskan waktu bersama karena pilihan yang diambilnya. Pilihan yang awalnya membuat Siwon tersiksa namun kemudian terbiasa, hal yang membuat hubungan keduanya merenggang dan terlempar jauh ke titik bagaikan dua orang asing.

Kini perasaan itu kembali mengusiknya. Dimulai sejak Yoona menyusulnya ke bangku kuliah. Yoona yang dulunya cuek,Yoona si gadis tomboy kini menjelma sebagai gadis menawan yang menuju usia wanita dewasa. Kecantikan yang terpancar memesona teman kampusnya.

Sifat posesif yang muncul juga amarah yang siap meledak kala mendapati Yoona tertawa bersama lelaki lain. Semua itu membuatnya takut. Ketakutannya membuat hubungan dengan kekasihnya memburuk. Hingga keduanya memutuskan berpisah. Tidak ada rasa sakit yang di rasakann layaknya orang patah hati yang ada hanyalah rasa bebas yang menunjukan bahwa berpisah adalah hal benar untuknya.

——–

Yoona mendengarnya. Mendengar kabar yang mengatakan bahwa pasangan yang terkenal karena keromantisan keduanya di kampus kini telah berpisah. Ada rasa bahagia menyelusup masuk dalam hatinya bersamaan perasaan sedih mengetahui lelaki yang di cintainya mungkin saja tengah terluka di lihat dari ekspresi murung yang sering dilihatnya akhir-akhir ini.

Gadis dengan iris mirip rusa itu dilanda kebingungan. Apakah ia harus kembali mendekati Siwon ataukah membiarkannya seperti saat ini.

Di tengah kebimbangan yang dirasakannya. Solusi itu hadir, dengan sosok Siwon menemuinya di rumah Yoona. Hal yang baru di lakukan Siwon sejak SHS.

Siwon muncul dengan wajah yang bukan seharusnya di tampilkan seseorang yang baru mengalami patah hati. Ia muncul dengan wajah berseri, menampilkan senyum yang selama ini hanya dapat di pandangi Yoona dari jauh.

Kebahagiaan kembali menyapa hidupnya sejak di renggut paksa saat SHS. Kebahagian yang berwujud seorang Choi Siwon. Seseorang dulunya di anggap sebagai seorang kakak kini berganti status menjadi seseorang yang di cintainya.

——-

Kebahagian itu berlipat ganda kala kabar yang disampaikan orang tuanya juga orang tua Siwon. Kabar bahwa mereka kini terikat perjodohan. Di samping itu kekhawatiran dengan lancangnya menyelinap dan menjadi momok dalam pikirannya.

Apakah Siwon juga menerima perjodohan itu? Hubungan keduanya memang membaik sejak setahun terakhir. Namun, bukan berarti Siwon akan menerimanya bukan? Bisa saja Siwon menolaknya karena tidak memiliki perasaan yang sama untuknya.

Ketakutannya membuat Yoona berada dalam kesuraman. Harinya di penuhi ketakutan jika Siwon menolak dan kembali menjauhinya. Yoona tak yakin akan bisa bertahan. Siwon memang belum mengetahuinya karena sedang melakukan penelitian sebagai bahan untuk tugas akhirnya.

Siwon baru saja kembali dari penelitian yang di lakukannya saat mendapat kabar yang membuatnya berlari ke rumah gadis yang baru disadari bahwa ia mencintainya. Menghiraukan rasa lelah dan menerobos ke kamar gadis yang tidak lama lagi akan menjadi wanitanya.

Kedatangannya mengagetkan Yoona yang tengah bersantai menikmati musik di kamarnya. Langkahnya di percepat kemudian merengkuh tubuh semampai Yoona dalam dekapannyq.

“Saranghae. Oppa harap kau juga menerima perjodohan ini,Yoongie.”

Tubuh Yoona menegang sesaat kemudian rileks di sambut pelukan Yoona yang membalas pelukannya.

“Nado sarangahae,Oppa. Ne. Tentu Yoongie menerimanya”

Pekikan Yoona terdengar memenuhi kamar dengan nuansa biru. Siwon memeluk dan memutar tubuh Yoona yang berada dalam dekapannya. Tawa dan senyum bahagia terlihat jelas.

——-

Pernikahan itu di gelar dengan megah. Banyaknya tamu undangan terlihat memenuhi pesta pernikahan dengan tema Garden party. Dua sosok yang menjadi king and queen sehari berdiri dengan senyum bahagia yang terukir sangat jelas. Pengantin wanita tampak cantik dengan gaun pengantin berwarna putih gading menjadikannya layaknya boneka di dampingi mempelai pria dengan tuksedo hitam membuatnya terlihat lebih tampan layaknya Ken dalam cerita kartun yang di sukai anak perempuan-Barbie.

——–

Keduanya menikmati pernikahan dengan cinta yang mewarnai kehidupan mereka. Menulis cerita indah dalam lembar demi lembar kehidupan pernikahan keduanya.

Kebahagian Yoona dan Siwon bertambah kala malaikat kecil hadir dalam hidup mereka. Malaikat tampan menyerupai Siwon dan memiliki mata teduh kecoklatan Yoona. Malaikat dengan tangis keras yang di keluarkannya saat pertama kali hadir di dunia seakan memprotes kenyamanannya di renggut saat dalam kandungan ibunya. Choi Kyuhyun, nama yang di berikan keduanya pada malaikat kecil nan tampan.

——-

Saat hatinya menggeliat mengusik kenangan. Kenangan saat keduanya masih berwujud dua bocah cilik hingga keduanya menikah.

Siwon dapat merasakan kerinduan pada belahan jiwanya. Seorang wanita cantik yang telah menemaninya menjalani sisa hidupnya sebagai manusia ciptaan tuhan.

Benaknya berputar pada momen dimana kesedihan terdalam menerpanya. Saat dimana ia harus di tinggalkan oleh Yoona.

Ruangan dengan nuansa putih dengan suara bip yang keluar dari alat disamping ranjang pasien. Seorang wanita dengan rambut yang di dominasi warna putih karena usia tampak tersenyum lembut kala tangannya di genggam erat lelaki yang setahun lebih tua darinya. Lelaki yang masih terlihat tampan di usia mereka yang tak lagi muda.

“Jangan khawatir,yeobo. Aku tak akan meninggalkanmu. Aku akan selalu dekat denganmu disini” ucap Yoona dengan jari menunjuk dada Siwon.

“Kamu tak akan merasa kesepian karena kamu selalu tahu aku selalu mendampingimu . Saat ragaku tertimbun tanah, saat jiwaku lebih dulu kembali pada-Nya. Yakinlah aku akan menunggumu dan kita akan kembali bersama dalam keabadian kita”

Pandangannya teralih pada sosok muda di samping suaminya. Sosok yang menjadi replika Siwon saat muda. Mengulas senyum tulus pada malaikatnya yang kini mempunyai pasangan hidup.

” jaga ayahmu dengan baik,Kyu. jangan biarkan dia kesepian. Ibu akan sedih jika ia seperti itu,arra?”

” Ne. Eomma. Aku akan menjaga ayah.Eomma tidak perlu khawatir. Eomma hanya harus fokus untuk sembuh” balas Kyuhyun dengan tangan menggenggam erat tangan istrinya seakan mencari kekuatan untuk tidak luruh melihat ayahnya yang tampak menyedihkan. Ayah yang selalu terlihat tegas kini rapuh karena orang yang di cintainya.

“Eomma tenang sekarang. Ah.. eomma merasa lelah sekali. Aku ingin beristrahat Yeobo.” iris coklat Yoona kian meredup kelopak matanya terasa berat.

“Andwe. Jangan tidur Yoongie. Buka matamu.”  Siwon panik mendengar kata-kata ganjil yang di ucapkan Yoona.

“Sampai Jumpa. Saranghae ,Siwon-ah”  kelopak mata Yoona kini tertutup sempurna seiring jiwanya meninggalkan raga. Menutup tirai kehidupan sebagai makhluk fana. Meninggalkan Siwon dengan teriakan panik. Tangis pilu mengisi keheningan ruangan itu, tangis seorang Choi Siwon yang kehilangan belahan jiwanya di ikuti tangis anak juga menantu yang ikut kehilngan sosok Yoona.

“Aku meridukanmu,Yoongie”ucap Siwon mengusap lembut nisan Yoona seakan raga Yoona yang tengah dibelainya.

“Apa kau masih menungguku? Tunggulah. Aku akan segera menyusulmu. Saat waktuku di dunia ini habis.”

Siwon bangkit dari duduknya kemudian beranjak menjauhi makam Yoona.

Cerita cinta keduanya akan terus di ingat oleh anak cucu mereka. Cerita cinta yang mengukir sejarah penuh suka cita tersendiri bagi orang-orang yang dekat dengan keduanya.

Dua insan yang meleburkan diri dalam ikatan suci bernama Cinta. Dua insan yang di satukan oleh takdir.

.
.
.
.
.

Fin.

Hahhhhhh.. finally.. selesai juga in ff ahahahaha…..gak nyangka bisa ngetik sepanjang ini ahahaha…. okey ini ff udh nae posting jg di blog ke dua nae Hbs kasihan sihh in blog udh penuh sarang laba” 😁😁

Like and comment y.. di tngg banget loh chingu;):)😍😘

Oh ya kunjungin blog nae yang satu lagi y ==> chodding.wordpress.com

Advertisements