wpid-fc6ebd0a4e3a7eb28b9f7514a1ff5de0.jpg

Title : Broken Angel X

Cast : Im Yoon Ah | Oh Sehun | Cho Kyuhyun

OC : Find By Ur Self

Genre : Fantasy | Romance | Sad

 

IM SO LONELY BROKEN ANGEL

IM SO LONELY LISTEN TO MA HEART

 

Aku tidak tahu apa yang membuatku kembali ke tempat ini. Tempat di mana untuk pertama kali aku menyukai seseorang juga patah hati pada orang yang sama. Tiga minggu belakangan aku menjalani aktivitas ku seperti mayat hidup. Aku tidak memiliki antusias yang sama seperti dulu dalam mengerjakan pekerjaanku. Dulu aku menyukai kesibukan ku dalam bekerja dan  menghabiskan waktu bersama Luhan hyung. Tapi, itu semua berubah sejak hari itu. Aku seperti tidak mengenal diriku saat ini.

 

Wajar saja jika ibu dan Luhan hyung bertanya tentang perubahanku. Aku tidak mungkin mengatakan aku patah hati, bukan? Jadilah aku beralasan stres dengan tugas dalam dewan iblis. Sialnya bayangan kedua malaikat itu terus saja muncul, Shit!

 

Bodohnya, aku tetap merindukan wanita itu. Tiga minggu aku berusaha keras tidak mengingatnya dan akhirnya aku hanya berakhir dengan semakin ingin melihatnya. Karena itulah perasaanku mengambil alih. Membawaku kembali ke tempat ini. Taman perbatasan.

 

Sepertinya aku terlambat. Wanita itu selalu datang saat matahari berada pada waktu  akan terbenam. Sekarang matahari sudah kembali ke peraduannya meninggalkan bias warna orange . Aku merasa lega sekaligus kecewa tidak dapat melihatnya. Entah kenapa aku penasaran dengan Black Garden  yang berada di wilayah para malaikat. Apa yang membuatnya menyukai tempat yang berdekatan dengan ras iblis? Aku melangkah semakin dekat ke  pagar perbatasan. Dari yang ku lihat taman itu tidak berbeda jauh dengan taman kami. Mungkin ia menyukai melihat matahari terbenam dari tempat itu. Yah, itu bisa saja benar.

 

Tunggu. Aku seperti melihat sesuatu di bawah pohon yang berada tidak jauh dariku. Aku mencoba memfokuskan mata ku ke arah pohon. Ahh.. Apa yang kulakukan? Ck, apa kau berharap wanita itu berada di sana? Dasar Oh Sehun bodoh. Aku membalik badan dan bersiap kembali ke rumah.

 

Hiks

 

Hiks

 

Deg

 

Apa yang barusan ku dengar? Itu suara tangisan. Kepalaku menoleh ke arah suara yang ku dengar. Suara itu terdengar dari pohon yang ku perhatikan tadi. Apa mungkin… Ku pacu langkah ku hingga berada persis di depan pagar perbatasan . Dari celah pagar, Aku akhirnya bisa melihat jelas. Seorang malaikat wanita duduk dengan posisi lengan memeluk kedua lututnya. Aku tidak bisa melihat wajahnya. Aku tanpa sadar memperhatikan wanita itu dalam waktu cukup lama hingga wanita yang ku perhatikan mengangkat kepalanya dan netra coklat susu bersirobok dengan netra ku. Aku bisa melihat rasa terkejut di netra miliknya yang sama dengan  ku saat ini.

 

Beberapa detik kami berada dalam posisi saling menatap sampai wanita itu mengalihkan pandangannya. Aku tersadar dari hipnotis  kejadian tadi dan akan bergegas pergi dari taman ini. Jika saja suara lembut wanita itu tidak menghentikan langkahku.

 

“Hey! Tunggu!”

 

Suara itu membuat kaki ku seakan terpaku di tempat ku berdiri saat ini. Suara lembut dan jernih miliknya mungkin adalah suara terindah yang pernah ku dengar.  Aku bisa mendengar langkah kaki yang  mendekat ke arah ku.

 

Apa yang di pikirkan wanita itu? Apa ia tidak menyadari bahwa aku seorang iblis? Apa karena kegantenganku? Berhenti berpikir bodoh Oh Sehun. Jadi, apa yang membuatnya menegur bahkan mendekatiku? Aku bisa merasakan kehadiran wanita itu di belakangku.

 

“Kau.. Kau melihatku menangis?”

 

HAH??????? Apa-apaan wanita itu? Dari sekian reaksi dan alasan ia memanggilku yang ku prediksi ia malah menanyakan hal konyol apa aku melihatnya menangis? Wanita ini pasti kehilangan kewarasannya. Bagaimana bisa aku menyukai malaikat dengan tingkat kewarasan rendah?

 

“Hey, kau mendengarku bukan? Berbaliklah.”

 

Aku mengikuti permintaan wanita itu dan memutar tubuhku hingga berhadapan dengannya. Tanpa sadar aku menahan nafasku. Saat ini, wanita yang ku sukai berdiri berhadapan denganku meski terhalang pagar pembatas. Ia berada lima langkah dari tempatku berdiri, menatapku dengan tatapan yang tidak bisa ku artikan.

 

“Aku melihatmu. Ada apa dengan hal itu?” akhirnya aku bisa mengucapkan sesuatu, tapi kenapa harus dengan pertanyaan yang terkesan kasar? for God sake.

 

Lagi, aku melihat keterkejutan di matanya. Apa ia tidak memprediksi reaksi yang akan ku berikan? Bukannya malaikat berpendapat bahwa ras kami adalah kumpulan makhluk yang memiliki sifat buruk?

 

“Ahh, Aku merasa tidak nyaman sudah membuatmu harus melihat pemandangan menyedihkan. Maaf.”

 

WHAT THE HELL. Ia tidak nyaman? Apa itu bentuk rasa bersalah karena sudah membuatku melihat pemandangan menyedihkan? Menyedihkan itu adalah ia yang sedang menangis?  God, Aku benar-benar tidak mengerti dengan makhluk mu yang saat ini berdiri di hadapanku.

 

Melihatku tetap diam. Ia melanjutkan perkataanya, ” Baiklah. Aku hanya ingin mengucapkan hal itu.”  ia memberiku seulas senyum dan berbalik pergi.

 

“Tung.. Tunggu”

Aku tidak tahu kenapa aku menahannya. Aku hanya merasa harus melakukannya. Senyuman yang ia berikan untuk pertama kalinya untukku. Senyum pertama yang ku dapat dari seorang malaikat. Tapi, senyuman itu mengusikku karena terlihat sebagai senyum kesedihan.

 

Aku bisa melihat tubuhnya yang menegang. Aku pikir ia tidak akan berbalik kembali ke arahku dan memilih meneruskan langkahnya. Namun, Aku salah. Ia berbalik dan menatapku dengan pandangan bertanya. Ditatap seperti itu olehnya membuatku tidak bisa berpikir. Aku kehilangan kemampuan berbicara dalam sekejap.

 

“Ada apa?” tanyanya.

 

“Kau baik-baik saja?”

 

Ia kembali bertanya dan dengan ragu melangkah semakin dekat ke arahku. Jaraknya hanya dua langkah dari pagar pembatas dan tiga langkah dari ku. Aku sangat dekat dengannya. Aku tidak pernah memimpikan hal ini akan terjadi.

 

“Hey, jangan terlalu dekat dari pagar ini. Apa kau tidak tahu aku siapa?” ucapku.

 

Kulit di area dahinya berkerut menandakan ia bingung dengan apa yang barusan ku ucapkan. Seharusnya, Aku yang bingung dengan kelakuannya. Apa yang di pikirkannya hingga memilih mendekat ke arahku?

 

“Apa aku mengenalmu?”

 

GOD. wanita ini tidak mengerti dengan perkataanku, “Kau tidak mengenalku. Yang ku maksud adalah apa kau tidak sadar bahwa aku seorang iblis? Dan kau berada terlalu dekat denganku.”

 

Sepertinya aku membuatnya bertambah bingung, dapat kulihat dari dahinya yang semakin berkerut. Aku menghela nafas cukup keras hingga mungkin saja terdengar olehnya.

 

“Dengar, Kau seorang malaikat dan aku seorang iblis. Kau tahu bahwa ras kita tidak bisa berada dalam satu tempat, bukan? Dan saat ini kita berada pada satu tempat meski di pisah dengan pagar pembatas.”

 

“Ah, jadi itu maksudmu. Well, aku tidak berpkiri seperti yang kau katakan. Kau dan aku sama. KIta bagian dari makhluk ciptaan-Nya.”

 

Kali ini aku tidak bisa menghitung berapa kali ia berhasil membuatku terkejut.

 

“B bukankah malaikat membenci iblis?” tanyaku dengan terbata-bata.

 

“Apa karena itu kau langsung beranjak pergi saat melihatku? God, aku mengira karena kau tidak nyaman karena ku. Aku tidak tahu dengan malaikat lainnya, tapi aku tidak pernah membenci makhluk yang berbeda denganku.” ia terkekeh dengan tangan menutupi bibirnya.

 

Dan kekehan itu berubah menjadi tawa yang… bagaimana menjelaskannya yah. Mmmm, tawa menggelegar? Yeah semacam itu. Aku tidak tahu bagaimana ekspresi wajahku saat ini.

 

Beberapa saat setelahnya ia berhenti tertawa saat sadar akan kediamanku. Ia berdehem dan kembali menatapku dengan serius.

 

“Maaf. Aku tidak bermaksud menertawaimu hanya saja memikirkan alasan akan tindakanmu tadi menurutku itu lucu. Juga, melihat ekspresi wajahmu membuatku tidak bisa menahan tawa.”

 

“Kita belum saling mengenal kan? Jadi, kenalkan Aku Im Yoon Ah” ia mengulurkan tangannya dari celah pagar yang cukup besar untuk sebuah tangan,

 

“Aku Oh Sehun” menjulurkan tanganku untuk menjabat tangannya. Tangannya sangat kecil dalam genggaman tanganku juga terasa halus.

 

Kami menarik tangan masing-masing dan saling melempar sebuah senyuman. Aku bersyukur dengan keputusanku mendatangi taman ini. Aku bisa melihat bahkan bersentuhan dengannya meski hanya sebatas jabatan tangan. Juga aku berhasil mengetahui nama wanita yang ku sukai.

 

 

 

.

.

.

.

.

.

FIN.

 

6dbd342ajw1ejxzmabzgwj20zk0k00vg

 

Ini pict buat Sehun versi iblis ya ehehhe.

 

C u in the next chapt.

 

 

Advertisements