cover broken angel

TITLE : BROKEN ANGEL XI

CAST : IM YOON AH ||  CHO KYUHYUN

OC : FIND BY UR SELF

GENRE : ROMANCE || FANTASY

DISCLAIMER : THE STORY BELONG TO ME AND ALL CAST BELONG TO GOD AND THEIR FAMILY ^^

`“Hai” sapa Kyuhyun padaku.

“Hai”

“Kau ada waktu untukku malam ini?”

Pertanyaan Kyuhyun membuatku mengernyit. Tidak biasanya Kyuhyun mengajak ku keluar di waktu malam. Tanpa sadar aku sudah terdiam cukup lama hingga membuat Kyuhyun menatapku dengan pandangan bertanya.

“Mm.. yah aku selalu punya waktu luang di malam hari Kyu. Ada apa?”

“Aku ingin kau menemaniku ke salah satu pesta ulang tahun seseorang.”

Sepertinya Kyuhyun tahu aku akan menanyakan siapa seseorang yang di maksudnya. Ia menjawab pertanyaan yang belum sempat ku ucapkan. “Aku tidak bisa menyebutkan nama malaikat itu, Yoona. Aku ingin membuat kehadiranmu sebagai kejutan bagi malaikat itu.”

“Aku juga ingin membuat hubungan kita di ketahui malaikat lain di pesta nanti. Aku tidak bisa merahasiakan hubungan kita lebih lama lagi. Aku juga ingin berkencan denganmu di tempat lain selain taman ini.” Kyuhyun memandangku dengan pandangan tegas. Ia seakan menunjukkan tidak akan menerima bantahan dari perkataannya.

Apa yang harus aku lakukan? Jauh dalam hati ku, aku juga menginginkan hubungan kami tidak di rahasiakan. Tapi, aku takut. Aku takut dengan penolakan dari malaikat lain. Sejak dulu mereka membenciku yang seorang darah campuran. Apa yang akan mereka katakan jika mereka mengetahui bahwa aku adalah kekasih Kyuhyun? Aku tidak ingin Kyuhyun mendapat masalah hanya karena diriku. Aku tidak ingin ia juga di kucilkan dari malaikat lain.

Seperti biasa Kyuhyun selalu tahu apa yang aku pikirkan. Ia menggenggam kedua tanganku seakan berusaha memberiku keyakinan.

“Tenang saja. Aku tidak akan mengalami hal buruk seperti yang sedang kau pikirkan dalam kepala cantik mu saat ini. Dan jika hal itu terjadi, kau harus ingat satu hal. Tidak semua malaikat membencimu Yoona. Artinya  aku tidak akan berakhir menjadi seseorang yang di kucilkan. Aku masih memiliki sahabat. Mereka juga malaikat yang tidak berpikiran picik akan keberadaanmu di dunia langit.” Senyum Kyuhyun membuatku merasakan rasa aman. Genggaman tangannya membuatku percaya bahwa aku akan selalu aman berada di sisinya. Perkataannya membuat ketakutan dan kekhawatiran ku padanya sirna.

“Baiklah. Aku akan menemanimu malam nanti. Aku percaya padamu.” Aku mengeratkan genggaman tangan Kyuhyun pada ku dan membalas senyuman yang di berikannya padaku.

 

 

“Oh Demi Dia. Apa tidak ada gaun yang pantas ku kenakan untuk acara itu.” Aku membongkar lemari pakaian yang menyimpan pakaian milikku hingga kamar ku menjadi berantakan. Aku benci saat tahu bahwa tidak satu pun gaun dalam lemari ku yang pantas untuk ku pakai.

Oh tidak. Dua jam lagi Kyuhyun akan menjemputku dan aku belum menemukan gaun yang cocok.  Apa aku batalkan saja? Tidak. Kau tidak boleh membatalkannya Yoona. Kau sudah berjanji pada Kyuhyun bahwa kau akan menemaninya.

Di tengah konflik batin yang ku lakukan. Aku tidak sadar dengan kehadiran bibi dalam kamar ku. Hingga suaranya menyadarkan ku.

“Astaga. Apa yang terjadi dengan kamar mu. Yoona?.” Bibi melihat kamarku dengan mata membelalak sembari matanya memindai seberapa parah kekacauan yang ku buat. Dari reaksi wajahnya dengan bola mata yang aku yakini sebentar lagi akan menggelinding keluar. Sudah pasti kamarku sangat jauh dari kata rapi.

“Ah.. ini. Mm.. itu, Aku tidak menemukan gaun yang pas untuk ku pakai. Bibi.” Aku memberikan cengiran kearahnya yang di balas dengan helaan napas yang sangat panjang darinya.

Bibi berjalan ke arahku dan berhenti saat ia berada tepat di samping kanan ku.

“Memangnya kau akan kemana. Hm?”

“Aku akan menemani Kyuhyun ke pesta ulang tahun temannya. Tapi, seperti yang bibi lihat. Aku belum menemukan gaun yang pas untuk ku pakai.” Aku menghela nafas lelah dan duduk di atas ranjang yang berada di belakang kami.

“Pesta ulang tahun temannya? Kau yakin malaikat yang berulang tahun itu adalah temannya?” Bibi memandangku dengan salah satu alis terangkat dengan pandangan skeptis.

“Mm.. Kyuhyun, tidak mengatakan bahwa yang berulang tahun itu temannya. Tepatnya ia tidak mau memberitahuku siapa malaikat yang berulang tahun ini. Ia ingin membuat kejutan. Aku hanya mengambil kesimpulan bahwa malaikat itu temannya,” jawab ku dengan ragu.

Bibi hanya diam memandang ku selama beberapa menit. Aksi diam yang di lakukan bibi membuat ku semakin ragu. Apa benar malaikat yang berulang tahun itu adalah teman Kyuhyun?

“Kenapa. Kau tidak pergi bersama dengan kakek, Yoong? Bibi rasa pesta yang akan kau dan Kyuhyun datangi adalah pesta yang sama.”

“Benarkah? Bagaimana bibi bisa seyakin itu?” Aku terkejut dengan usulan yang di katakan bibi sedetik yang lalu.

“Karena hanya satu keluarga malaikat yang mengadakan pesta malam ini, Yoong.”

“Jadi, bibi tahu siapa malaikat itu?

“Ya. Tapi, karena kau mengatakan Kyuhyun ingin ini sebagai kejutan. Maka bibi tidak akan memberitahumu, batalkan saja niatmu untuk meminta bibi memberimu bocoran”

 

Ugh, semangat yang ku rasakan langsung lenyap saat mendengar apa yang bibi ucapkan. Bibi keterlaluan aku semakin tersiksa. Oh, tunggu jika kakek pergi apa itu berarti bibi akan ikut?

“Bibi, kau juga akan ke pesta itu?”

“Tidak” jawab bibi tanpa ragu.

“Mengapa? Apa bibi…”

“Bibi hanya tidak ingin keluar, Yoong. Jangan berpikiran aneh,” potong bibi dengan jari yang menyentil dahi mulus ku.

“Aww… bibi. Kau jahat sekali.” Aku mengerucutkan bibir ku hingga beberapa senti karena ulah bibi padaku.

“Sudahlah. Sebaiknya kau secepatnya memilih salah satu gaun untuk kau kenakan.” Bibi terkekeh sembari melihat gaun yang cocok untuk ku.

“Bagaimana dengan gaun ini?.” Bibi memegang gaun terusan warna hijau dengan belahan samping yang memperlihatkan sebagian paha pemakainya.

“Akan ku coba.”

 

 

Ketukan pintu depan membuatku bertambah gugup. Bibi dan kakek yang ikut duduk bersama ku di ruang tamu saling melirik dengan kekehan geli keluar dari bibir keduanya. Ugh. Aku benar-benar malu. Aku memilih untuk pergi bersama Kyuhyun di banding kakek. Saat kakek menanyakan alasan ku, aku mengatakan bahwa aku akan pergi bersama kekasih ku. Well. Pernyataan ku di sambut heboh oleh kakek. Please. Reaksi bibi dan kakek benar-benar penghinaan untukku. Mereka seakan berpikir bahwa aku tidak akan pernah memiliki pasangan. Kejam.

Aku beranjak dari duduk ku di ikuti keduanya untuk menyambut tamu yang sangat di tunggu keduanya sejak tadi. Saat aku memegang gagang pintu jantungku mulai berpacu dengan cepat dan saat pintu di hadapanku terbuka. Aku tertegun dengan sosok kyuhyun di hadapanku.

Perfect. Handsome

Dua kata itulah yang muncul di otak ku terhadap Kyuhyun malam ini. Jika di hari biasa ia terlihat tampan. Maka malam ini ia seratus kali lebih tampan. Katakan aku berlebihan, tapi aku tidak perduli.

Kyuhyun terlihat tampan dengan suit warna hitam yang di pakainya. Ia tersenyum menampilkan lesung pipi yang membuatnya semakin tampan. God. Aku tidak tahu berapa kali aku mengulang kata tampan untuknya malam ini.

“Hi,” sapa Kyuhyun pada ku.

“Hi,” balas ku.

Kyuhyun melihat ke arah kakek dan bibi yang berada di samping kiri dan kanan ku. “Selamat malam Tetua Viktor dan Lady Elena,” sapa Kyuhyun pada keduanya.

“Selamat malam, Kyuhyun,” ucap bibi dan kakek bersamaan.

“Jadi, kau berniat menjadi pasangan Yoona di pesta malam ini, Kyuhyun?,” tanya kakek pada Kyuhyun.

“Ya.”

“Sebaiknya kita lanjutkan di dalam saja, Ayah.”

“Well, aku tadinya aku berpikir seperti itu. Tapi, waktu yang di tentukan dalam acara malam ini tinggal beberapa menit lagi. Jadi, mungkin lebih baik kalian berdua segera berangkat. Aku akan berangkat terpisah dengan kalian berdua. Aku tidak  bermaksud untuk melarangmu masuk Kyuhyun.”

“Saya mengerti. Kami akan berangkat terlebih dulu.”

“Oh, aku berubah pikiran. Aku yang akan berangkat terlebih dulu.”

“Kakek!”

“Ayah!”

Seru bibi dan aku bersamaan. Huh. Kakek benar-benar bertingkah seperti remaja labil. Aku melirik pada Kyuhyun yang kini tampak mengulum senyum geli. Damn!

 

Saat kami berada beberapa meter dari sebuah bangunan yang ku asumsikan sebagai tempat di selenggarakannya pesta yang akan kami hadiri, jantung ku berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Ada yang aneh. Memandang daun pintu yang cukup besar saat kami berada tepat di depannya. Aku merasakan perasaan lain. Rasa yang membuat tangan ku gemetaran, tubuh ku tegang, dengan keringat yang kini kurasakan keluar dari pori-pori tubuhku.

Salah satu lengan Kyuhyun melingkar erat di pinggangku sedang lengannya yang lain mendorong pintu yang ada di depan kami hingga terbuka. Kami berdua berjalan memasuki ke dalam bangunan yang di sambut dengan silau lampu yang tergantung di langit-langit bangunan ini. Aku menyipitkan mata ku, menyesuaikan penglihatan ku dengan kondisi dalam ruangan.

Aku merasa ada yang memperhatikan ku dan  aku memang benar. Seluruh malaikat dalam ruangan ini melihat ke arah ku dan Kyuhyun. Bermacam-macam tatapan di tujukan pada kami namun yang mendominasi dari seluruh tatapan itu, yah tentu saja. Tatapan tajam dan mencemoh dari mereka. Perasaan yang ku rasakan di luar tadi adalah karena semua yang ku pikirkan benar. Mereka tidak menerima kehadiran ku disini.

 

FIN

 

A/N

HAI. INI LANJUTAN BROKEN ANGEL YA. MIAN KALO PENDEK NAE BELOM BISA BUAT KONFLIKNYA BUAT SEKARANG EHEHE. ENJOY IT .

Advertisements