BROKEN ANGEL XII

broken-angels-for-whielfhunhan

TITLE : BROKEN ANGEL XII

CAST : IM YOON AH ||  CHO KYUHYUN

OC : FIND BY UR SELF

GENRE : ROMANCE || FANTASY

DISCLAIMER : THE STORY BELONG TO ME AND ALL CAST BELONG TO GOD AND THEIR FAMILY ^^

POSTER BY  luxie. gomawo ^^

PREVIOUS

Kami berdua berjalan masuk ke dalam bangunan yang di sambut dengan silau lampu yang tergantung di langit-langit bangunan ini. Aku menyipitkan mataku, menyesuaikan penglihatanku dengan kondisi dalam ruangan. Aku merasa ada yang memperhatikan ku dan  aku memang benar. Seluruh malaikat dalam ruangan ini melihat ke arahku dan Kyuhyun. Bermacam-macam tatapan di tujukan pada kami namun yang mendominasi dari seluruh tatapan itu, yah tentu saja. Tatapan tajam dan mencemoh dari mereka. Perasaan yang aku rasakan di luar tadi adalah karena semua yang aku pikirkan benar. Mereka tidak menerima kehadiranku disini.

 

END OF PREVIOUS

 

Aku merasakan dorongan kuat untuk menyembunyikan wajahku dan menghindari tatapan yang  di berikan malaikat di ruangan ini. Namun, remasan tangan seorang lelaki di sampingku membuatku membatalkan niatku, aku mengarahkan mataku menatap ke arah Kyuhyun yang juga menatapku dengan senyuman menenangkan miliknya.

Hal itu membuatku menyadari bahwa aku tidak bisa menjadi pengecut dan membuat usaha Kyuhyun sia-sia membawaku ke pesta ini. Membuatku untuk kuat dan mengangkat dagu tinggi pada orang-orang yang menganggapku hina. Aku ingin menjadi seseorang yang pantas untuk bisa berdiri di samping malaikat menakjubkan sang menteri pertahanan.

Melihat reaksiku, Kyuhyun melebarkan senyummnya dan mengeratkan rengkuhan lengannya di pinggangku. Langkah kami berdua menuju ke arah kumpulan beberapa malaikat paruh baya yang berada di tengah-tengah ruangan. Aku bisa melihatnya salah satunya adalah kakek yang sedang berbicara dengan salah satu tetua malaikat. Aku juga melihat kedua orang tua Kyuhyun yang terlihat sedang tertawa karena sesuatu yang di katakan seorang malaikat paruh baya yang tidak ku kenal.

Sampai saat ini aku belum tahu siapa yang menjadi bintang dalam pesta yang aku datangi. Aku tidak melihat seorang malaikat seusia Kyuhyun di arah yang kami tuju. Apa mungkin teman Kyuhyun adalah salah satu dari para malaikat berumur disana? Aku sangat berharap pikiranku salah karena aku tidak menyukai barisan malaikat paruh baya dengan mulut yang sanggup mengeluarkan tipu muslihat juga kata-kata menyakitkan. Kumpulan malaikat yang mungkin karena faktor umur membuat mereka merasa adalah makhluk yang harus selalu di anggap apa yang mereka katakan adalah sebuah kebenaran. Sungguh konyol hanya karena berapa lama waktu kau hidup membuatmu merasa kau adalah seorang yang lebih mengetahui tentang segala sesuatu di dunia ini. Mementahkan pendapat lain yang bertentangan darimu terlebih jika itu berasal dari  pihak yang lebih muda darimu.

Tapi, harapanku sepertinya tidak terkabul di buktikan dengan Kyuhyun yang berhenti di depan salah satu dari mereka. Menyapanya  dan memberikan ucapan selamat kemudian mengenalkanku pada orang itu. Parahnya orang yang di sapa Kyuhyun adalah kedua orang tuanya sendiri.

“Ayah, Ibu.” Kyuhyun menyapa kedua orang tuanya. Kemudian melempar sapaan pada beberapa malaikat yang berada di dekat kami.

“Kyuhyun. Kau berani datang terlambat di acara ulang tahun, Ayah,” kata Perdana menteri Cho yang di buat untuk terkesan marah, namun tentu saja itu candaan di lihat dari senyuman yang terpasang di bibir Perdana Menteri Cho juga pada istri dan malaikat lainnya.

“Apa yang membuatmu terlambat, Kyu?” tanya ibu Kyuhyun.

“Aku harus menjemput seseorang spesial yang sekarang berdiri di sampingku, ayah, ibu,” jawab Kyuhyun, melihat ke arah ku yang di ikuti kedua oleh kedua orang tuanya. Bertatapan  dengan mereka yang memadangku dengan sebuah penolakan. “Ayah, ibu. Kenalkan dia Im Yoon Ah, kekasihku,” lanjut Kyuhyun dengan rasa bangga yang terselip dalam suaranya saat mengenalkanku.

“Selamat malam, Perdana Menteri Cho dan Nyonya Cho. Selamat ulang tahun Perdana Menteri Cho.” Aku memaksakan mengulas senyum di bibirku.

Keduanya hanya melihatku tanpa kata setelah beberapa menit mereka berdua mengalihkan tatapan ke arah Kyuhyun. Menganggapku setara dengan makhluk kasat mata. Penghinaan secara tersirat. Penolakan.

“Apa kau sudah menyapa Anggota Dewan Lee? Dia datang bersama istri dan anak gadisnya,” ujar Perdana Menteri Cho.

“Ya. Apa kau sudah menyapa ketiganya, Kyu? Kau juga harus melihat anak gadis Anggota Dewan Lee, gadis itu sangat cantik. Cocok untuk menjadi pasanganmu, Kyu.”

Demi Dia yang menciptakan para makhluk di dunia yan gila ini. Kata-kata yang di ucapkan ibu Kyuhyun menusukku dengan cara yang menyakitkan. Menghujam dengan kedalaman yang sanggup mengeluarkan darah dari hatiku.

“AYAH, IBU. Apa kalian harus ikut bersikap sama seperti malaikat lain? Memandang Yoona sebagai seorang malaikat yang berbeda? Aku sudah berharap lebih pada kalian, tapi kalian mengecewakanku. Yoona, kekasihku!” bentak Kyuhyun.

Bentakan Kyuhyun pada kedua orang tuanya memberikan kejutan padaku dan kedua orang tua Kyuhyun. Aku tidak mengharapkan reaksi seperti ini dari Kyuhyun. Sial. Oh, jangan lupakan malaikat-malaikat lainnya yang ikut di buat terkejut atas tindakan Kyuhyun barusan. Mereka yang sedari tadi memang memperhatikan dengan rasa ingin tahu yang tinggi pada interaksi kami. Apa mereka menganggap kami adalah salah satu drama  yang menarik untuk di tonton? Menyedihkan sekali mereka.

Aku mengusap lengan Kyuhyun yang memancingnya untuk melihatku. Dia memberiku tatapan permohonan maaf dan juga rasa terluka tersembunyi dari tatapannya. Lelaki ini pasti menyalahkan dirinya sendiri karena sikap kedua orang tuanya. Merasa bahwa ucapannya tentang tidak semua malaikat membenciku merupakan suatu kesalahan. Keyakinan yang di berikannya padaku hanya omong kosong belaka. Sial.

Aku benci melihat tatapan itu dari mata milik lelakiku. Aku benci melihatnya ikut terluka. Tidak, dia tidak boleh menanggung luka yang memang di tujukan untukku. Karena itulah aku kembali menatap ke arah pasangan malaikat di depan kami yang masih dalam keadaan syok hebat karena di bentak oleh putra mereka.

“Maafkan saya Perdana Menteri Cho dan Nyonya Cho. Kyuhyun tidak bermaksud membentak anda berdua. Benar begitukan, Kyu?” Aku menoleh ke sampingku. Mencoba memberi tanda pada Kyuhyun untuk menyetujui perkataanku dan meminta maaf pada kedua orang tuanya. Bagaimanapun Kyuhyun adalah putra mereka dan aku tidak ingin menjadi penyebab pertengkaran ketiganya.

“Tidak. Aku memang membentak ayah dan ibu karena aku kecewa pada kalian berdua. Aku tidak bisa menerima sikap kalian pada, Yoona,” cetus Kyuhyun dengan wajah datar.

Aku di buat ternganga dengan apa yang baru saja di katakan lelakiku, membuat Kyuhyun yang tadinya adalah malaikat yang memiliki IQ tinggi di banding malaikat lain kini beruabah menjadi idiot.

“Kyu..” Aku baru saja ingin menegur Kyuhyun namun di interupsi oleh suara melengking penuh amarah milik ibu Kyuhyun padaku.

“Ini semua karenamu gadis mengerikan. Kau membuat Kyuhyun menjadi anak yang sanggup membentak orang tuanya. Kau mengubahnya. Kau meracuni otak putraku dengan pemikiran manusia yang berasal dari darah campuran milikmu. Kau membawa pengaruh buruk bagi putraku. Menjauh kau darinya!” Teriak ibu Kyuhyun sambil merangsek maju dan mendorongku. Gerakannya yang tiba-tiba membuatku kehilangan fokus dan tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhku dengan baik hingga tubuhku terjatuh menyentuh lantai di belakangku.

Aku bisa merasakan perih yang berasal dari bokong milikku. Aku meringis menyadari bahwa warna merah akan menggantikan warna asli kulit di sekitar wilayah bokongku. Dang! Tenaga wanita paruh baya di hadapanku tidak bisa di anggap remeh. Apa ini di sebabkan karena histeria soerang ibu yang merasa anaknya terancam? Mengejutkan.

Jika aku tidak berpikir bahwa wanita paruh baya yang sedang menghujamkan tatapan setajam pedang milik para prajurit malaikat padaku adalah ibu dari lelaki yang saat ini berstatus sebagai kekasihku, aku mungkin sudah berdiri dan membalas perbuatannya.

“Yoona!” Teriak Kyuhyun dan seorang berjenis kelamin sama dengannya.

Aku berusaha bangkit dari posisiku dan harus mengerahkan tenaga ekstra agar bisa berdiri tegap. Kyuhyun melingkarkan lengan kanannya di bahuku sedang lengan kirinya memegang salah satu lenganku erat. Aku melihat kakek yang sudah berada di hadapanku dengan tatapan cemas sama seperti Kyuhyun.

“Bagian mana yang sakit?”

“Apa bokongmu sangat sakit, Yoongie?”

 

Argh!!!!!!!

 

Aku benar-benar ingin berteriak saat ini. Semua itu karena pertanyaan memalukan yang di lontarkan kakek padaku. Apa dia harus menanyakan bagian itu dengan jelas? Tanpa harus aku jawab pertanyaan Kyuhyun sudah terjawab oleh kakek. Terima kasih pada kakek tercintaku.

“Aku baik-baik saja, Kakek, Kyu. Jangan khawatir.” Aku memberikan senyum yang di balut dengan rasa malu.

Keduanya mengangguk di iringi helaan nafas lega. Aku melihat Kyuhyun yang baru saja ingin mengatakan sesuatu pada orang tuannya. Tentunya bukan sesuatu yang baik di lihat dari ekspresinya yang semakin datar di banding tadi.

Namun Kakek mencuri star untuk berbicara pada dua malaikat di depan kami. Uh oh! Sepertinya ini semua akan berjalan lebih buruk lagi. Aku baru ingin menghentikan kakek, namun kakek lebih cepat dariku.

“Apa yang baru saja kau lakukan, Tiffany. Berani sekali kau melukai cucuku. Aku sudah pernah memberikan ultimatum pada kalian semua, bukan? Jangan pernah kalian menyentuhnya bahkan tidak untuk seujung kuku pun.” Kakek mengatakannya dengan suara mengancam. Mengirimkan sensasi aneh di sekujur tubuhku. Tanpa sadar aku gemetar karenanya dan bukan hanya aku yang merasakannya. Aku mengedarkan pandangannku dan mendapat reaksi yang sama denganku. Bahkan para tetua lainnya, terlebih ibu Kyuhyun yang menjadi objek langsung kakek. Aku bisa melihat tubuhnya yang gemetar juga sinar ketakutan dari obrs hitam miliknya.

Namun, ia mencoba menghilangkan rasa takutnya. “Itu semua karena cucumu sendiri. Dia membawa pengaruh buruk pada putraku,” tantangnya.

 

Well, kalimat yang salah. Baru sedetik ibu Kyuhyun melontarkan kalimatnya, aku kini melihat dahinya berkerut, tangannya memegang dada bagian kirinya tepatnya area bagian jantung miliknya, keringat dingin muncul dari pori-pori wajahnya. Ada apa dengannya? tepat saat aku mengalihkan pandangan pada kakek, aku tahu sumber rasa sakit itu berasal darinya. Kakek menggunakan kemampuan miliknya untuk menyakiti wanita paruh baya di hadapannya.

“Kakek, hentikan. kau menyakiti ibu Kyuhyun!” teriakku. oke. sekarang aku benar-benar panik. jika tidak di hentikan aku yakin ibu Kyuhyun akan menggelepar di lantai gedung ini. For God Sake.

“Fany!” Teriakan Perdana Menteri Cho menyusul teriakan milikku, dan itu pertama kalinya malaikat itu membuka mulutnya lagi.

“Maafkan dia. Tetua Viktor. Dia tidak bermaksud menantangmu, dia mungkin masih syok atas apa yang di lakukan Kyuhyun sebelumnya,” sambung Perdana Menteri Cho. Aku melihatnya  membungkukkan badan ke arah kakek. Aku terkesiap melihat apa yang di lakukan Perdana Menteri Cho.

Cukup lama kakek bergeming sebelum aku merengek kembali untuk menghentikan apa yang di lakukannya, kemudian setelah beberapa menit yang bagaikan neraka, kakek mengangguk sekilas sebelum kembali mengarahkan tatapannya kembali pada ibu Kyuhyun.

“Kau menyalahkan cucuku, apa kau belum sadar sebab anakmu membentakmu? Itu karena dirimu sendiri yang kurang menghargai malaikat lain. Aku melihat kalian berdua mengacuhkan cucuku. Jangan kalian pikir aku tidak memperhatikan.”

“Kakek.” Aku memanggil kakek untuk menghentikannya membuat semua ini menjadi lebih tidak terkendali. Saat aku telah mendapat perhatian kakek kembali aku melanjutkan ucapanku.

“Kita kembali sekarang? Aku ingin pulang.”

Aksi saling menatap  antara kakek dan aku  memakan waktu selama lima menit sampai akhirnya ia luluh dan mau mengalah. Syukurlah.

“Aku juga akan ikut mengantarmu.” timpal Kyuhyun yang perkataannya aku tolak dengan gelengan.

“Tidak usah Kyuhyun. Kau harus mengurus situasi disini. Tepatnya ibumu. Bukan begitu, Perdana Menteri Cho?”

“Ah, ya,  Tetua Viktor.”

“Tapi, aku…”

“Ini masih ulang tahun ayahmu, Kyuhyun. Aku yakin Yoona tidak ingin kau mengacaukannya lagi. Jangan menyalahartikan kalimatku, Kyuhyun. Ini bukan salahmu. Aku akan menjaga Yoona. Gadis ini juga cucuku.”

Dengan itu kakek membawaku dalam pelukan lengannya dan kami melangkah keluar dari gedung. Aku menoleh untuk menatap Kyuhyun, meyakinkan aku baik-baik saja. Ia terlihat ragu, namun tetap membalas senyumanku dengan senyuman tidak sempurnanya, dan itu semua berhasil menghancurkan hatiku. Aku sadar dia menyalahkan dirinya sendiri. Aku ingin berlari kembali kepadanya, memeluknya dan meyakinkannya semua ini bukan salahnya.

Kakek menyadari niatku, mengetatkan pelukannya dan memaksaku untuk tetap berjalan. Aku tahu, aku tidak bisa mengalahkan kakek. Karenanya aku pasrah dan membuang pandanganku. Menolak menatap kakek, namun justru ketika itulah aku melihat tiga malaikat wanita yang melemparkan tawa mengejek dan tatapan sinis serta mencemooh untukku. Bitch

 

Advertisements

10 thoughts on “BROKEN ANGEL XII

  1. Udh lama ya ff ini akhir update jg..tp kayanya br baca tau2 udh tbc..hehe
    Kasian yoona diperlakukan ga adil..untumg kakeknya pnya kuasa jd bisa ngebela yoona seenggaknya..

  2. Iihh seru walaupun aq belum baca chp seblm nya…ortunya kyu gx setuju yach sama yoona eonni..??
    Kasihan yoona eonni…
    puas banget ortunya kyu d marahi kakek yoona eonni…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s