wpid-fc6ebd0a4e3a7eb28b9f7514a1ff5de0.jpg

Title : Broken Angel XIII

Cast : Im Yoon Ah | Oh Sehun | Cho Kyuhyun

OC : Find By Ur Self

Genre : Fantasy | Romance | Sad

Aku tahu perasaan yang aku rasakan.

Aku pemilik dari perasaan ini, semua resiko atas apa yang aku rasakan padamu adalah akibat yang harus aku terima. Mencintaimu adalah pilihanku.

Aku memandang langit malam di wilayah yang telah menjadi rumah para iblis. Tempatku dan keluargaku hidup. Pikiranku tanpa bisa ku cegah berkelana dan berhenti pada sosok yang beberapa hari ini menjadi pengisi hari-hariku.

Senyumku mengembang setiap memikirkan  malaikat wanita yang sangat berbeda dengan definisi malaikat yang beredar dalam ras kami. Otakku kembali memutar ulang adegan saat pertama kali aku berbicara dengannya.

 

Aku dan Yoona saling melempar senyum setelah perkenalan kami barusan. Diriku yang malang melahap puas tampilan senyum yang kini terasa benar, tidak seperti senyum yang di berikannya padaku diwaktu ia akan beranjak pergi. Kali ini senyum yang diberikannya mencapai matanya dan itu mampu membuatku terpesona olehnya. Demi Dia yang mennciptakan para makhluk hidup. Wanita ini adalah ciptaan terindah bagiku.

“Jadi, apa yang kau lakukan disini, tuan iblis?” suara Yoona memecahkan keheningan yang tercipta beberapa saat lalu.

Ada sengatan yang mengenai jantungku ketika ia memanggilku dengan sebutan itu. Aku tidak tahu apa ia mengatakannya dengan sengaja untuk mengejekku atau tidak.

Melihatku yang tak kunjung menjawab pertanyaan yang dilontarkannya, Yoona memajukan badannya kearahku yang tentu saja di batasi pagar pembatas. Dan aku sangat bersyukur dengan adanya pembatas itu. Aku tidak yakin bisa bernafas dengan benar jika ia benar-benar mendekatkan dirinya tanpa adanya batasan, melupakan cubitan rasa sakit yang kurasakan beberapa detik yang lalu yang juga disebabkan olehnya.

Aku tidak tahu apa yang coba dicariya di wajahku yang jelas ketika ia  menarik tubuhnya menjauh aku bisa melihat bahwa ia berhasil mendapatkan apa yang ia cari dariku.

“Kau tersinggung karena perkataanku tadi? Tepatnya aku yang memanggilmu tuan iblis?”

“Jika benar, aku minta maaf. Aku tidak bermaksud apa-apa saat mengatakannya.” Ia tersenyum padaku dengan wajah penuh rasa bersalah.

Sedang aku  berdiri di depannya dengan pikiran yang mengutuk diri sendiri karena menjadi seorang iblis dengan tingkat sensitif berlebihan. Memalukan.

“Ahm,, well, aku ingin berkata aku tidak tersinggung dengan panggilanmu barusan, tapi mungkin terdengar munafik, selain itu kau juga pasti tahu aku berbohong setelah penelitian yang kau lakukan barusan,” Aku memberikan cengiran padanya, “aku juga ingin meminta maaf menjadi lelaki dengan hormon sensitif berlebih di pertemuan pertama kita,” lanjutku dengan cengiran yang berganti seringai melihat rona merah muncul di kedua pipi halusnya di saat mendengar ucapanku.

“Kau menyadarinya. Kau sangat peka. Ahaha..” Ia tertawa yang bisa aku dengar ada kecanggungan dalam tawa yang dikeluarkan olehnya.

Aku hanya tersenyum menanggapi tawa miliknya. Ia tersadar jika aku tidak ikut tertawa sepertinya. Ia menghentikan tawanya dan berdehem lalu mengalihkan pandangannya dariku. Manis sekali.

“Kau seorang yang pendiam? Tuan Sehun?” Ia kembali melemparkan pertanyaan padaku.

Aku risih dengan panggilan yang kembali di sematkan padaku. Tuan?

“Kau boleh memanggilku Sehun. Aku benar-benar risih dengan panggilan itu.”

“Ah, Sehun.” Ia mengucapkannya dengan lancar seakan ia sudah menunggu di beri izin untuk memanggilku seperti itu.

“Kau memang bermaksud memanggil namaku, bukan? Emm,, boleh ku panggil Yoona?

“Ahahah,, wah, kau benar-benar sangat peka. Yeah, aku tidak terlalu menyukai panggilan formal, tapi aku tetap menunggu izin untuk memanggilmu tanpa harus menggunakan tuan dan kau boleh memanggilku Yoona.”

Sekali lagi aku dibuat terpesona olehnya. Wanita ini bukanlah jenis wanita yang kaku. Bukan juga jenis makhluk yang haus akan penghormatan untuknya. Ia hanya seorang wanita yang menyenangkan dengan sifat ramah miliknya.

“Menjawab pertanyaanmu tadi, aku bisa dibilang dingin. Jangan menertawaiku, itu label yang  kaumku berikan padaku. Khususnya mereka yang tidak dekat denganku. Padahal aku hanya tidak terlalu suka berbicara dengan mereka yang hanya membicarakan topik tentang wanita, kekuasaan, dan hal-hal membosankan lainnya.” Aku memusatkan pandanganku pada wanita di hadapanku dan yang aku dapatkan adalah dirinya yang menampilkan mimik wajah terkejut.

Apa aku mengatakan hal yang salah?

“Hahahaha… GOD, kau benar-benar lucu. Apa mereka tidak salah memberimu julukan seperti itu?” Aku mengangkat alisku mendengar apa yang dikatakannya.

“Umm, maksudku, kau tidak terlihat seseorang yang dingin. Yah, diluar dari wajahmu yang memang cocok untuk dikatakan seperti yang mereka katakan, namun dilihat sifatmu yang berbicara dengan lancar padaku tanpa nada tidak mengenakkan, ku kira mereka salah.”

“Kau tidak dingin, kau hanya belum menemukan teman yang cocok untuk kau ajak berbagi.”

Aku terpana atas apa yang dikatakannya padaku. Dia dapat mengenali diriku yang sesunguhnya hanya dari percakapan singkat kami.

“Apa wajahku sangat mengerikan?” Ia mengerutkan dahinya.

“Kau tadi mengatakan aku cocok dikatakan sebagai seseorang yang dingin karena wajahku.”

“Aaa, wajahmu jauh dari kata mengerikan. Maksudku dengan struktur wajah tegas milikmu cocok dengan image dingin. Ehehe.. aku mengenal malaikat yang seperti dirimu, karena wajahnya membuat malaikat itu dikatakan malaikat dengan sifat dingin,” ujar Yoona dengan mata yang tidak fokus. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu atau seseorang.

Dan kesadaran itu menamparku, apa ia mengingat malaikat laki-laki yang bersamanya di taman saat itu? Sial, itu bukan urusanmu Oh Sehun.

Meskipun aku berusaha meyakinkan diriku bahwa itu semua bukan urusanku, tetap saja aku kembali merasakan rasa sakit sama seperti aku melihat mereka berdua di taman ini.

“Oh tidak!”

Pekikan Yoona kembali menyadarkanku dari pikiran mengasihani diriku sesaat lalu. “Ada apa?”

“Aku harus kembali, Sehun. Jika tidak bibiku akan cemas.”

“Tunggu, apa kita bisa bertemu kembali?”

“Kau mau bertemu kembali denganku?”

Wajahku untuk pertama kalinya dalam hidupku sebagai seorang iblis memerah dengan tidak tahu malu. Double shit!!

“Um,, kau cukup menyenangkan untuk ku ajak bicara. Tapi, jika kau tidak mau tidak mengapa.” Aku mengucapkannya dengan cepat dan aku semakin membuat diriku terlihat bodoh.

“Aku mau, kau teman pertama bagiku dari kaum iblis.”

“Jangan salah paham, aku tidak sedang menyinggungmu. Aku hanya senang bisa mendapat teman dari kaum yang berbeda dariku, Sehun.”

“Benarkah?”

Aku tidak bisa berhenti mengutuk diriku ketika melontarkan pertanyaan itu.

“Ahaha,, ya. Baiklah sebaiknya aku bergegas. Sampai jumpa besok, Sehun. Senang mengenalmu.”

Dengan berakhirnya ucapannya Yoona berbalik dan mengeluarkan sayap putih miliknya dan kemudian terbang meninggalkan taman perbatasan juga diriku. Sayap putih yang ku kagumi begitu juga pemiliknya.

Sosok Yoona semakin lama semakin mengecil hingga menghilang dari pandanganku. Keheningan menemaniku selama beberapa saat sebelum aku memutuskan untuk berbalik dan mengeluarkan sayap hitam kelamku, kemudian terbang meninggalkan taman perbatasan sama seperti yang dilakukan Yoona.

Selama perjalanan kembali aku tidak sadar, bibirku mencetak senyum diwajahku. Terus bertahan sampai aku berada di dalam kamar milikku. Mengacuhkan tatapan bingung ibu dan ayah ketika melihatku melangkah masuk dari pintu depan dan melewati keduanya yang berada di kursi ruang tamu.

 

 

Aku masih tidak bisa menahan pikiranku untuk terus memikirkan Yoona. kenapa wanita itu selalu muncul dalam pikiranku? Mengingat momen dimana kami bertatapan untuk pertama kalinya.

Nada bicaranya yang lembut, juga tawa lepasnya membuatku merasakan perasaan asing. Perasaan yang tidak pernah kurasakan pada wanita-wanita kaumku yang selama ini selalu berusaha mendekatiku.

Apa yang saat ini tengah dilakukannya?

Apa aku boleh berharap ia juga memikirkanku sama seperti aku saat ini?

Aku bisa mengingat suasa canggung diwaktu kami pertama kali mengenalkan diri dan ia memanggilku Tuan Iblis, juga dengan bodohnya aku bertingkah konyol dengan merasakan perasaan tersinggung karenanya. Aku benar-benar tidak bisa berhenti mengutuk diriku karena kebodohanku. Lalu aku juga berakhir  dengan melemparkan pertanyaan bodoh memastikan jika aku boleh menemuinya lagi. Dang it!!

Aku kembali melemparkan tatapanku pada karpet malam penuh bintang. Aku seperti bisa melihat dirinya yang sedang tersenyum di langit dan perasaanku menghangat karenanya.

Aku tidak pernah merasakan hal seperti ini sebelum aku melihat Yoona di taman perbatasan untuk pertama kalinya. Dulu pusat hidupku adalah diriku sendiri. Aku tidak pernah membuang waktuku untuk memikirkan makhluk lain. Tapi dalam sekejap semua itu berubah.

Aku menjadikan malaikat wanita itu sebagai hal pertama dan terbesar dalam pikiranku. Aku bisa merasakan perasaan asing dari rasa bahagia bisa melihatnya, geilisah karena tidak melihatnya meskipun sehari, rasa sakit karena melihatnya bersama dengan malaikat pria lainnya, dan kembaii merasakan perasaan bahagia dengan porsi lebih besar karena bisa berkenalan dan berbicara dengannya untuk pertama kalinya.

Apa aku sekarang terdengar menjijikkan? Yeah, sepertinya begitu. Terserah, aku hanya baru menyadari bahwa aku mencintainya. Meski aku tahu kemungkinan besar malaikat pria yang aku lihat bersama dengannya adalah pasangannya.

.

.

.

.

cut

a/n

haiii.. aku datang dengan bawa lanjutan Broken angel. ini lanjutan momen Yoona-Sehun ya.. kalau lupa bisa langsung cus ke BROKEN ANGEL X

Udah lama ya,,, ahaha.. mian, kalo aku terkesan gantungin kalian readers-nim. aku benar-benar kena writer block buat nulis lanjutan ff ini… happy reading ya. moga kalian suka #kethupbasah.

1

bonus pict si maknae tamvan plus sekseh ehehe

Save

Save

Advertisements