tumblr_static_tumblr_static_filename_640

Title : Hatred (Pagi yang Membosankan)

Cast : Im Yoona as Choi Yoona || Oh Sehun || Choi Siwon

OC : Find by Ur Self

Genre : Dark || Family || Minor Romance

Pintu rumah bercat cokelat itu terlihat mengkilap. Berdiri kokoh menunjukkan keangkuhannya yang merefleksikan pemilik rumah. Di lantai dua rumah tepatnya pada kamar yang berada pada ujung lorong jauh dari tangga. Seorang gadis berumur 19th nampak terlelap dengan wajah yang jauh dari kata damai. Dahinya berkerut dalam, keringat membasahi tubuhnya menembus kain tipis yang digunakannya sebagai pakaian tidurnya.

Tirai horden tebal  berwarna hitam menghalangi cahaya matahari pagi untuk menerobos masuk dalam kamar yang dihuni sang gadis. Keheningan tampak merajai seisi ruangan sebelum dihilangkan oleh teriakan dari bibir mungil namun penuh dari pemilik kamar.

Bola matanya bergerak liar menyapu seluruh isi ruangan. Matanya nyalang dengan tubuh tegang juga cengkraman jari-jarinya pada seprei ranjangnya. Lewat beberapa menit, deru nafasnya mulai teratur, melepas cengkramannya dan bergerak turun dari ranjang kamarnya menuju ke arah jendela yang masih ditutupi oleh horden tebal berwarna hitam.

Ia menyibak horden dengan gusar, kemudian dilarikan matanya pada pemandangan taman belakang rumah yang terlihat dari posisinya. Pandangannya menajam kemudian diiringi tarikan dari salah sudut bibirnya membentuk seringai sinis yang selanjutnya diganti dengan tawa penuh kelicikan. Otaknya memutar ulang apa yang telah dialaminya sejak kejadian yang menghilangkan senyum ketulusan dari dirinya. Tragedi yang menghasilkan derita padanya berhasil memunculkan dirinya yang sekarang.

Kejadian yang diputarkan oleh otaknya juga kembali memutarkan kembali tawa licik dari orang-orang yang menjadi penyebab derita dalam dirinya.

Hari dimana ia memutuskan untuk mengangkat dagunya, menyiapkan dirinya untuk mempertahankan apa yang memang menjadi miliknya, mengeraskan dirinya pada rasa sakit yang akan terus dirasakannya, dan mengangkat pedang pembalasan dendam atas apa yang harus ditanggungnya atas keegoisan manusia yang disayanginya.

“Pagi yang membosankan, sama seperti pagi kemarin.” ucapnya serak.

Melirik pada jam weker dinakas samping ranjang yang menunjukkan pukul 07:00 am, membuatnya menghembuskan nafas kasar. Menuju kamar mandi dan bersiap untuk keberangkatannya pagi ini juga ke negara yang akan menjadi tempatnya  untuk berkuliah selama 3 tahun kedepan.

Ia melihat pantulan bayangan dirinya didepan cermin, ia menggunakan gaun satin berwarna hitam selutut dan rambutnya dibiarkannya tergerai di punggungnya.

Suram. Padahal dulu ia sangat tidak menyukai warna yang sekarang disukainya. Kembali menghela nafas kemudian menghembuskannya, ia berbalik menuju pintu kamarnya, menuju ke ruang makan untuk melakukan santap pagi bersama orang-orang yang dibencinya.

“Kapan semua ini akan berakhir. Aku bosan melihat wajah-wajah hina milik mereka.” batinnya.

Save

Advertisements