HATRED : Regret and Wound

hatred-cover1

Title : Hatred (Regret and Wound)

Cast : Im Yoona as Choi Yoona || Oh Sehun || Choi Siwon

OC : Find By Your Self

Genre : Dark || Family || Minor Romance

NOTE: THIS IS JUST FICTION. DON’T TAKE IT SERIOUS AND IF U FIND GOOD VALUE TAKE IT, BUT DONT TAKE IT IF ITS BAD

Satu tahun berlalu, Yoona menjalani kehidupannya di Liverpool dengan perasaan sedikit lebih baik. Rasa amarah didalam dirinya, untuk sejenak tersimpan rapat.

Seohyun, gadis yang masih setia menemaninya, mengklaim dirinya sebagai sahabat Yoona, juga menambah kebaikan dalam hari-harinya. Meskipun dirinya harus selalu direcoki dengan segala ocehan dan tingkah berlebihan gadis itu, Yoona tanpa sadar telah terbiasa dengan semuanya dan menganggap Seohnyun sebagai orang yang diizinkannya untuk mengenal dirinya.

Seperti sekarang ini, Yoona dan Seohyun menghabiskan akhir pekan mereka di apartemen Yoona. Bersantai dengan aktivitas masing-masing. Yoona dengan salah satu bahan pelajaran di kampus mereka, duduk di depan meja belajar, sedang Seohyun berbaring telungkup di ranjang Yoona dengan ponsel ditangannya.

Tawa centil Seohyun kembali terdengar, yang menghasilkan dengusan dari Yoona. Seohyun yang mendengar dengusan Yoona, mengarahkan pandangannya pada gadis berwajah datar tersebut.

“Ada apa? Apa kau sudah tersadar dari kebiasaan tidak sehatmu?”

“Dan kebiasaan tidak sehat yang kau maksud adalah apa yang sedang aku lakukan? Seharusnya kebiasaanmu yang terkikik di depan ponselmulah yang cocok untuk kata itu, Seo.”

“Ck, setidaknya aku masih menikmati hariku.”

“Aku juga menikmati apa yang aku lakukan.”

Bullshit, kau selalu menghabiskan waktumu di depan buku-buku tebalmu yang selalu membuatku migrain. Selama setahun kau bahkan tidak pernah menanggalkan tampang datarmu. Seharusnya kau tahu, tertawa membuat seseorang menjadi lebih berumur panjang.”

“Dan seharusnya kau tahu, tertawa berlebihan membuat orang meragukan kewarasanmu.”

“Yak, kau gadis berlidah tajam, huh. Kau memang membutuhkan seorang pacar. Mau ku kenalkan dengan salah satu temanku?”

“Lupakan niatmu itu, Seo. Aku tidak butuh laki-laki dalam hidupku saat ini. Seharusnya kau juga tahu, teman priamu tidak ada yang akan tertarik padaku.”

“Ck, kau dengan segala pemikiran rumitmu. Temanku tidak semuanya melihat dari fisik, meskipun aku juga heran kenapa selama setahun kita berada di kampus, tidak ada satupun pria yang berani mendekatimu. Padahal kau dengan segala kecerdasan dan wajahmu yang manis sudah cukup membuat seorang lelaki tertarik.”

“Wajah manis ya, tidak usah menghibur. Dan  makhluk testosteron semuanya hanya melihat wanita dari fisik mereka.”

“Tapi…”

“Sudahlah, Seo. Sebaiknya kau membalas pesan Ethan, aku yakin kekasih tersayangmu itu sudah menunggu balasan darimu sejak lima menit yang lalu.”

Damn! Bagaimana bisa kau menyadarinya? Aku saja tidak sadar jika Ethan mengirim pesan,” Seohyun melirik Yoona dengan curiga, “Kau gadis yang mengerikan,” ucap Seohyun dengan mimik muka ketakutan yang dibuat-buat.

Ucapan Seohyun hanya ditanggapi Yoona dengan memutar bola matanya sebelum kembali melanjutkan aktivitasnya.

Minho duduk dalam keremangan kamar miliknya. Cahaya bulan mengintip malu-malu dari jendela kamar yang dibiarkannya terbuka. Raut wajahnya datar, namun tatapan matanya tidak fokus. Benaknya berada dalam masa lalu dimana ia berubah menjadi pengecut.

Membuat adiknya ikut membencinya sama seperti Yoona membenci ayah mereka. Minho selalu membawa rasa bersalah dan penyesalan karena keputusan ceroboh yang dibuatnya. Ia terlalu pengecut dan sibuk menyembuhkan luka dalam jiwanya. Melupakan keberadaan Yoona yang juga membutuhkan dirinya.

Sampai ketika ia tersadar, Yoona sudah berada jauh darinya. Ia tidak berani mendekat, melihat tatapan sinis yang selalu diberikan Yoona padanya berhasil membuat nyalinya menciut.

Yoona, adik kecilnya yang manis memilki sifat keras sama seperti ayahnya, berbeda dengan dirinya yang menuruni sifat ibunya. Sifat keras yang membuat adiknya berubah menjadi seseorang dengan wajah yang selalu menampilkan roman datar dimukanya.

Mengubah adiknya menjadi seorang manusia yang tidak akan sungkan melakukan kekerasan tanpa ragu. Minho hanya bisa mengamati dan menghabiskan hari-harinya dalam penyesalan selama tujuh tahun.

Ia tidak memiliki keberanian besar seperti Yoona, dan ia yakin ibunya tidak menyukai jika mereka berdua membenci ayahnya. Sebesar apapun kesalahan ayahnya, Siwon tetaplah ayah mereka. Seseorang yang dulu pernah memeluk dan memberikan kenyamanan pada keduanya.

Minho menghela nafas, menyesali keadaan keluarga mereka yang berubah menjadi dingin. Bahkan selama satu tahun ini, ayahnya tidak pernah berinisiatif mencari cara untuk menghubungi adiknya di Liverpool. Adiknya yang Minho yakin juga berpikir tidak penting untuk memberi kabar pada keluarganya. Dan dirinya yang tidak pernah memiliki keberanian untuk menghubungi adiknya.

Minho menyudahi pemikirannya, membaringkan dirinya di kasur kamarnya. Menutup kedua kelopak matanya, membawa kesadarannya menjauh. Tubuhnya diselimuti keheningan malam. Meski dalam keadaan tidak sadar, ia masih membawa perasaan menyesal sampai ke alam mimpinya.

Yoona terbangun ditengah malam dengan jeritan ketakutan. Membangunkan Seohyun yang terlelap di sampingnya.

“Hey, hey, tenanglah Yoona, semua itu hanya mimpi, okey.” Seohyun mengusap punggung Yoona yang basah oleh keringat, meraih gelas di nakas dan memberikannya pada Yoona.

Yoona mengambil gelas yang disodorkan padanya, meneguknya dengan rakus dan tangan gemetar. Mengusap peluh diwajahnya dan beranjak dari kasur.

Seohyun hanya bisa memperhatikan sahabatnya yang sekarang berdiri di depan jendela kamar apartemennya dengan pandangan iba. Selama ia menginap di apartemen Yoona, ia selalu mendapati Yoona terbangun ditengah malam dengan kondisi seperti saat ini.

Pada awalnya, ia mengira Yoona hanya mengalami mimpi buruk seperti manusia lainnya. Tapi, semakin lama keyakinan itu berubah. Tidak mungkin itu hanya sekedar mimpi, tidak ada seseorang yang akan selalu mengalami mimpi buruk selama satu tahun berturut-turut.

Ia yakin, semua yang dimimpikan Yoona adalah pengalaman yang pernah dialaminya. Ia sangat ingin menanyakannya, namun mengetahui sifat Yoona yang tertutup membuatnya mengurungkan niatnya. Ia hanya memutuskan untuk berusaha menemani Yoona dan menenangkannya ketika mimpi buruk menghampiri. Mencari berbagai alasan agar Yoona membiarkannya menginap di apartemen gadis itu.

Sekarang ia benar-benar tidak bisa menahan rasa penasarannya. Ia mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya pada Yoona.

“Kau, bisa menceritakan apa yang membuatmu selalu mengalami mimpi buruk, Yoona,” lirih Seohyun.

Yoona menolehkan kepalanya ke arah Seohyun, kemudian kembali memaku pandangannya pada bulan purnama pucat di atas langit Liverpool.

“Apa yang membuatku selalu seperti ini? Aku belum bisa mengatakannya Seohyun,” bisik Yoona.

“Dan tidak akan pernah bisa untuk selamanya,” batin Yoona.

“Hanya saja aku bisa memberitahumu bahwa aku memiliki luka atas apa yang menjadi mimpi burukku.”

“Kau,, mungkinkah.. kejadian itu berasal dari masa lalumu? Berapa lama?”

“Berapa lama? Mungkin sejak tujuh tahun lalu.”

Seohnyun terkesiap mendengar penjelasan Yoona. Selama itu? Ia memutuskan untuk memastikan pikiran yang muncul dibenaknya, “Apa kau juga selalu bermimpi buruk selama tujuh tahun ini?”

Seohyun berharap apa yang dipikirkannya salah, dan berdoa agar Yoona tidak mengalami hal seburuk itu, namun pikirannya dibenarkan oleh anggukan Yoona. Hal itu semakin membuat Seohyun merasakan kesedihan untuk sahabatnya.

“Apa kau tidak bisa melupakan rasa sakitmu? Mungkin jika kau mau melepaskannya kau bisa terbebas dari mimpi burukmu. Bukankah waktu dapat menyembuhkan luka dan menghilangkan rasa sakit?”

Lama, Yoona terdiam sebelum membalas pertanyaan Seohyun, “Waktu tidak dapat menyembuhkan luka yang ada padaku. Waktu hanya mengubah rasa sakitku menjadi kebencian mendalam pada penyebab luka milikku, Seo.” Yoona tertawa getir mendengar ucapannya sendiri.

Seohyun tanpa sadar meneteskan air mata karena perkataan Yoona dan ketika mendengar tawa yang keluar dari Yoona untuk pertama kalinya, tidak membuatnya bahagia. Mengetahui kegetiran dalam tawa itu, membuat Seohyun memilih Yoona tidak perlu mengeluarkan tawa jika hanya rasa getir yang dirasakannya.

 

Advertisements

16 thoughts on “HATRED : Regret and Wound

  1. Apa yang sebenarnya terjadi pada Yoona???kenapa ia terus saja bermimpi buruk?itu akibat kjadian 6 tahun lalukah??seperti halnya Minho yg juga menyesalkan kejadian 6 tahun lalu yg mmbuat Yoona bersikap keras seperti ayahnya.Apa itu brhubungan dgn ibu kandung Yoona dan Minho???Ayah seperti apa Siwon yg sama sekali tidak mencari kabar tentang anaknya??

  2. Yoona yg malang,diusianya yg masih muda harus mengalami hal yg menyakitkan saling membenci antara ayah dan anak.Apa kebencian Yoona kpd ayahnya karena kehadiran ibu tirinya?sayang skl disaat Yoona mmbutuhkn Minho tapi sang kakak justru tidak mendukungnya.

  3. Aahh yoona kasian banget, sumpah ini ff Bagus banget, aku sampe kebawa perasaaan jadinyaa.. Minho aku kasian padanyaa, seohyun tetep jadi sahabatnya yoona yaakk, lanjuttthorr

  4. keren bgt thor… dan yg paling ak suka post y cpt… jd yg nunggu gk jamuran( bercanda thor..)
    penasaran kejadian yg mbuat yoona dr usia 6 tahun mengalami mimpi buruk… jd sebel ma minho terutama siwon… yg sprti y gk peduli ma yoona… ak harap dia bkln nyesel…
    mudh2n seohyun bisa merubah yoona lbh baik…. dan u sehun peranan y belum terlihat di sni…
    kljtn y jgn lma2 thor…

  5. Makin seru eon maaf ya baru comment jdi mkin sebel sma tiffany sma sooyoung biang dri kbencian yg dialami yoong eonni siwon jga malah benci sma yoona bkin sebel aja sma siwon next ya eon di tunggu ☺

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s