Title : Douleur (Volonte 1/2)

Cast : Im Yoona as Kim Yoon Ah || Oh Sehun/ Wu Shi Xun|| Kris Wu/ Wu Yi Fan

OC : Find By Your Self

Genre : Dark || Family || Minor Romance

NOTE: THIS IS JUST FICTION. DONT TAKE IT SERIOUS AND IF U FIND GOOD VALUE TAKE IT, BUT DONT TAKE IT IF ITS BAD.

Dua orang pria dengan raut wajah yang berbeda duduk berhadapan dibatasi sebuah meja dengan gaya baroque antik merah.

Pria dengan setelan kemeja biru muda tersenyum masam pada pria di depannya.

“Saya terpaksa memanggil Anda kembali karena puteri Anda, yang kesekian kalinya bolos salah satu pelajaran, dan memilih bergabung bersama beberapa temannya di area belakang sekolah,” Melihat lipatan di dahi pria dengan orbs hitam–ayah dari siswi yang membuat masalah pagi tadi, membuat ia menelan ludah, “bukan hanya bolos, tetapi melakukan tindakan kurang pantas. Ia berciuman dengan seorang siswa laki-laki dari kelompoknya.” Orbs yang ditatapnya menggelap. Tubuh pria itu kaku, dan meski tidak bisa melihat secara langsung, ia yakin kedua tangan pemilik orbs hitam itu mengepal kuat.

“Saya mengerti. Jadi, hukuman untuk gadis ini? Apa ia akan mendapat detensi selama satu minggu lagi?” Suaranya ditekan, badai di orbs itu belum mereda.

“Ya. Kami terpaksa memberi detensi pada puteri Anda selama satu minggu.”

Decakan dari gadis yang berada di samping pria tadi mengalihkan perhatian kedua orang itu.

“Lama. Sekarang saya sudah boleh pulang, bukan?” Gadis itu menguap. Wajah bosan dengan orbs berbeda warna miliknya menatap dinding di belakang pria yang menjabat sebagai kepala sekolahnya.

Pria yang dianggap  gadis itu sebagai penjilat sejati terhadap orangtua murid yang dianggapnya memiliki status sosial tinggi.

Nada datar serta wajah bosan. Menegaskan ia yang tidak tertarik mendengar omong kosong yang dibicarakan dua orang dewasa tersebut.

Seakan ciuman yang dilakukannya bukan hal memalukan untuk diketahui oleh pria yang duduk di kursi sampingnya.

***

Keduanya berjalan ke arah parkiran mobil yang disediakan sekolah menengah atas. Lycée Louis-le-Grand, sekolah menengah yang terkenal di kota Paris.

Pria dengan rambut  jet blacknya berjalan dengan langkah cepat. Menciptakan jarak yang cukup jauh darinya.

Hal yang menegaskan bahwa pria dengan bahu lebar juga badan kekar itu, tidak ingin mengakui mereka adalah dua orang yang saling mengenal.

Bibirnya mengukir senyum sinis. Tentu saja. Orang itu bahkan akan menolak mengenal dirinya, jika bukan karena dia dan pasangannya diketahui sebagai penyebab keberadaan dirinya di dunia.

***

Tubuh gadis itu diseret dengan cengkeraman tangan pelaku meninggalkan bekas di kulit sekitar area pergelangan tangannya.

Pintu dengan cat putih yang selalu menjadi tempatnya selama beberapa hari, sejak umurnya 5 tahun terlihat. Ia mengangkat sudut bibirnya dan menatap mencemooh pada punggung di depannya.

“Kau! Tinggal di dalam sana selama satu minggu. Beraninya, selalu membuatku malu dan kau bahkan tidak langsung kembali malah berkeliaran seperti hama di luar sana. Memalukan!” Pintu di depannya di banting dari luar. Meninggalkan dia dengan sang gelap yang menemani.

Udara pengap dan debu yang menggelitik indera penciumannya, hanya membuat ia mengangkat bahu.

Ia memang sengaja tidak kembali ke tempat yang disebutnya sebagai penjara, siang tadi. Alih-alih kembali, ia malah mengemudikan Audinya ke rumah salah satu temannya yang merupakan mahasiswa semester 3 di salah satu universitas di kotanya.

Saat matahari kembali ke tempatnya dan bulan menggantikan tugasnya. Ia baru kembali ke rumah.

Pria tadi, menunggunya di ruang tamu dengan mata menatap tajam ke arahnya. Derap langkahnya membuat gadis itu terpaku di depan pintu masuk rumah.

Dan akhirnya, ia berakhir dengan disambut oleh sahabat setianya. Kegelapan.

Tubuhnya tidak menunjukkan emosi apapun. Namun, orbs miliknya menghujam pintu di depannya dengan kegelapan yang sama dengan sahabatnya.

Senyum mencemooh yang dilihatnya dari sosok yang berada beberapa meter dari tempatmya dikurung. Ia melihat senyum memuakkan itu sedetik sebelum pintu dibanting tertutup, dan tentu saja dikunci.

Sosok dengan bahu yang disandarkan ke dinding pembatas ruangan. Orbs hitam yang selalu menunjukkan penghinaan untuknya.

Dia membenci orang itu. Dan tekad yang dibuat sejak ia mulai mengerti bahwa ia bukanlah sosok yang diinginkan kehadirannya, semakin kuat. Ia akan membuat orang itu menatapnya dengan pandangan berbeda.

Advertisements