Title : Broken Angel XIII

Cast : Im Yoon Ah | Oh Sehun | Cho Kyuhyun

OC : Find By Ur Self

Genre : Fantasy | Romance | Sad

POSTER BY  luxie. gomawo ^^

Kyuhyun duduk diam mengamati kedua orangtuanya yang tengah menatap balik padanya. Pagi hari setelah pesta ulang tahun ayahnya yang berakhir dengan  dirinya yang harus menahan keinginan untuk membawa Yoona pergi dari semua kekacauan yang terjadi.

“Putuskan hubunganmu dengan anak itu, Kyuhyun. Ayah tidak akan pernah setuju,” perintah Ayahnya dengan raut wajah yang Kyuhyun kenali sebagai tanda mutlak akan keputusan yang diambilnya.

“Kau bisa mendapat yang lebih baik, Kyu….” Menghela napas lelah Ibunya kembali melanjutkan perkataannya, “anak gadis Anggota Dewan Lee, Lee Hyeri lebih cocok untukmu atau putri dari Anggota Dewan Park, Park Chorong.” Ibunya menatapnya dengan binar harap dan bujukan yang membuat Kyuhyun semakin tidak nyaman.

Menghembuskan napas kasar. “Apa Ayah dan Ibu tidak bisa berhenti bersikap seperti malaikat lainnya? Yoona bukan wabah penyakit yang harus dijauhi, dia bagian dari kaum kita. Dan aku mencintainya, tolong mengerti perasaanku.” Ditatapnya keduaorangtuanya dengan sorot tegas.

“Kau masih berkeras membelanya? Apa yang sudah dilakukan anak terkutuk itu padamu, huh!” Suara Ayahnya menggema dalam ruangan mereka biasa menghabiskan waktu bersantai. Ibunya yang tadinya terkejut berhasil menguasai dirinya dan menyentuh lengan suaminya.

Kedua kalinya Kyuhyun menghembuskan napas kasar. Menatap kedua orang tuanya kembali sebelum melangkah keluar dari ruangan yang membuatnya kesulitan untuk menjaga emosinya. Dadanya seperti dihimpit dan membuatnya seakan tercekik dengan semua tekanan yang diberikan dua orang yang dipikirnya akan berbeda dengan malaikat lain di dunia langit.

 

Seminggu lebih Kyuhyun bersikap dingin dengan malaikat di sekitarya tidak terkecuali orang tuanya. Kyuhyun sangat ingin menemui Yoona dan memastikan wanita itu baik-baik saja. Tapi, mengingat dia masih harus melakukan sesuatu untuk kelanjutan hubungan mereka, Kyuhyun harus menemukan alasan ayah dan ibunya sangat tidak menyukai Yoona.

Mereka berdua memang tidak pernah menunjukkn kesukaan pada Yoona, tapi tidak pernah melarang Kyuhyun untuk bergaul dengan siapa pun. Ayah dan ibunya bukan tipe malaikat yang melihat sesuatu dari bentuk fisik.

Ada yang tidak beres, dan ia yakin. Racun untuk penolakan yang disebar oleh seorang. Kyuhyun akan membuat malaikat itu menyesal.

Siwon menghela napas dalam, Kyuhyun yang berdiri tidak jauh di depannya, terlihat sangat menakutkan dengan senyum penuh muslihat di wajahnya. Ringisan terdengar dari malaikat yang berdiri di sampingnya sejak tadi.

“Kau lihat itu? Anak itu sudah kehilangan pikirannya. Belum cukup dengan sikap dingin yang hampir membuat penjaga lain membeku karena auranya, sekarang dia tersenyum seperti seseorang yang berencana membunuh seseorang.” Eunhyuk bergidik ngeri, mengurungkan niatnya menyapa Kyuhyun.

“Kau benar, sepertinya kita harus memaksa Kyuhyun keluar dari dunia yang dia ciptakan.” Merasa tidak ada tanggapan, Siwon menoleh dan kembali menghela napas dalam saat melihat raut wajah Eunhyuk.

“Kau ingin mengajak berbicara malaikat itu? Huh, jangan mengajakku.” Merasa ngeri dengan ide yang dilontarkan Siwon. Temannya yang satu ini memang sudah kebal dengan Kyuhyun yang dingin.

Tidak menunggu Eunhyuk meneruskn ocehan, ia menarik malaikat itu menuju ke arah Kyuhyun.

“Hentikan senyum mengerikannmu, Kyu. Kau menakuti Eunhyuk.” Dua tanggapan berbeda di dapatinya dari kedua sahabatnya.

Eunhyuk yang bertingkah seperti seorang malaikat wanita yang malu di depan orang yang dia sukai, Eunhyuk meninju bahunya dan memberinya tatapan tajam.  Sedang Kyuhyun, yah dia masih dalam mode diamnya. Hanya mengangkat sebelah alisnya akan perkataan tidak jelas Siwon.

“Apa yang sedang kau pikirkan?”

“Menemukan seseorang yang membuat kedua orang tuaku, bertindak keterlaluan pada Yoona.”

Dengan perkataan Kyuhyun, ingatan yang tertimbun oleh memori lain di kepala Siwon muncul di permukaan. Tidak menyangka tentang apa yang lihat di pesta ulang tahun ayah Kyuhyun, beberapa jam sebelum kedatangan Yoona dan Kyuhyun, dan drama yang muncul setelahnya.

“Wah, apa ini? Jadi, apa yang aku lihat bukan hanya menjadi sebuah ingatan tidak bernilai?” Siwon tersenyum geli, sekarang dua sahabatnya menatapnya dengan pandangan yang sama. Raut tidak mengerti.

“Sepertinya kau akan senang dengan apa yang aku katakan, Kyu. Aku hanya berharap kau tidak perlu sampai menghilangkan nyawa malaikat lain. Kau tahu itu terlarang.”

Dan dengan selesainya perkataan Siwon, Kyuhyun mengeluarkan sumpah serapah yang membuat Eunhyuk terlihat menyedihkan dengan rahang yang hampir lepas, tidak percaya  untuk pertama kalinya bisa melihat Kyuhyun mengumpat.

“Katakan, katakan padaku apa yang kau ketahui,” desis Kyuhyun dengan tubuh tegang.

Siwon dan Eunhyuk tidak bisa menyembunyikan raut cemas. Reaksi Kyuhyun diam dengan matanya menggelap lebih mengerikan dibanding dia yang menyumpah serapah. Ketenangan yang menakutkan. Selama bertugas, Kyuhyun hanya diam. Dan Siwon seperti bisa melihat otak Kyuhyun berputar– menyusun rencana.

 

Mereka berhenti di pohon yang tidak jauh dari kediaman salah satu menteri di dunia malaikat. Kyuhyun berdiri di depan pintu rumah cokelat, menunggu si tuan rumah membuka pintu. Nekat. Satu kata yang cocok untuk Kyuhyun. Dan Eunhyuk hanya bisa mengasihani malaikat yang menjadi target kemarahan Kyuhyun.

Malaikat yang dicari Kyuhyun keluar, menyambut pria itu dengan wajah berseri. Oh Dear, kau tidak akan sesenang itu jika mengetahui alasan Kyuhyun menemuimu. Eunhyuk tidak berniat menghentikan Kyuhyun. Mereka berdua tahu, pria sinting itu tidak akan mau mendengarkan.

Semua adalah kebodohan malaikat wanita di sana. Tersenyum bodoh bak domba yang termakan muslihat si srigala. Sekarang domba dan srigala itu beranjak keluar dari pekarangan rumah si domba.

Dan Eunhyuk tidak meragukan bahwa Kyuhyun adalah malaikat yang menakutkan. Lihatlah, bukannya langsung melakukan apa yang ia ingin lakukan pada wanita itu. Kyuhyun malah mengajaknya kencan di pusat kota malaikat.

Dan Eunhyuk sangat berharap Yoona tidak sedang berada di sana.

Siwon dan Eunhyuk mulai kehilangan kesabaran, mengikuti dari jauh Kyuhyun yang masih memerankan kekasih impian wanita di sampingnya. Lalu, tepat setelah matahari terbenam, Kyuhyun mengantar pulang malaikat wanit itu.

Siwon bahkan tidak mengerti alasan Kyuhyun bergerak maju, mengikis jarak diantara ia dan malaikat wanita itu, dan jika tidak mengenal Kyuhyun dengan baik, Siwon pasti sudah berpikir jika Kyuhyun tengah mencium wanita dengan rambut blonde sebahu tersebut.

“Aku hampir percaya Kyuhyun mencium anak gadis menteri itu, bukannya berbisik di telinganya. Demi Dia, temanmu itu menakutkan, Siwon.”

Eunhyuk menoleh ke samping, dan Siwon memberinya tatapan dia-juga-temanmu-idiot. Siwon hanya bisa menghela napas frustasi, kenyataan dia di beri sahabat dua orang yang menguras emosi.

“Lihat, bukannya dia menuju ke rumahnya?”

“Kau benar, apa dia belum mau melakukan rencana yang aku yakin sudah disusunnya dengan matang.”

Mendengus, “Aku yakin Kyuhyun akan melaksanakannya malam ini juga, Siwon. Kita hanya harus mengawasinya untuk tidak membunuh wanita bodoh itu.”

Hyeri tidak bisa  berhenti tersenyum. Apa yang ia alami sore tadi adalah impian yang menjadi kenyataan. Dan itu semua sangat menyenangkan. Menyadari bahwa Kyuhyun akhirnya menyadari keberadaannya, bukannya terus-menerus melihat pada si darah campuran—Im Yoon Ah.

Mereka menghabiskan sore hari di pusat kota dan Hyeri sangat senang mendapati tatapan iri dari malaikat wanita lainnya. Hyeri sangat ingin memberitahu kedua sahabatnya, tapi ia tahan.

Hal yang penting saat ini adalah mempersiapkannya dirinya akan kejutan yang disiapkan Kyuhyun. Hyeri hampir kehilangan kesadarannya saat Kyuhyun bergerak mendekat dan memajukan wajahnya hingga hanya menyisakan jarak tipis dengannya. Namun Hyeri harus menelan pikiran kotornya saat bibir Kyuhyun bergerak ke arah telinganya, bukannya bibir miliknya. Berbisik dengan suara baritonnya, meminta Hyeri menemuinya saat malam nanti di salah satu taman dunia langit yang cukup sepi. Taman itu berdekatan dengan gedung lama kementerian.

Hyeri tidak menyadari keanehan dari permintaan Kyuhyun.

Kyuhyun menunggu wanita itu. menyandarkan dirinya di dinding gedung yang tidak terpakai. Suasana di sekelilinnya sepi, sangat sesuai dengan apa yang dia rencanakan. Sayap malaikat wanita itu terlihat, dan malaikat yang sudah berani meracuni otak kedua orang tuanya akan mendapat balasannya.

“Hyeri,” panggilnya. Keluar dari bayang gelap gedung dan melangkah ke arah cahaya lampu taman.

“Kyuhyun.”

“Kemari, ikut denganku.”

Wajah bingung wanita itu terlihat dan Kyuhyun tidak mengizinkan ia mengeluarkan pertanyaan. Digiringnya Hyeri ke dalam gedung, tanpa peringatan tubuh Hyeri dibuat bersandar di dinding samping pintu masuk.

Rupanya Hyeri salah menangkap maksudnya, dengan bodohnya Hyeri menutup kedua matanya yang membuat Kyuhyun menatapnya dengan tatapan penuh cemoohan.

Alih-alih mewujudkan fantasi wanita di depannya. Kyuhyun malah membawa tangannya ke arah leher Hyeri dan mulai mencekiknya. Kelopak mata Hyeri terbuka dan menatapnya dengan pandangan tidak percaya.

“A-apa yang kau lakukan?”

“Aku sedang menghukummu, jalang,” desis Kyuhyun, “kau salah memilih musuh. Apa yang kau katakan pada kedua orang tuaku hingga membuat mereka dengan bodoh menghina Yoona di depan Tetua Viktor, huh.”

“Jawab aku, atau aku akan mematahkan lehermu.” Merenggangkan cengkeramannya. Kyuhyun memberi tatapan penuh intimidasi.

Takut dengan sosok Kyuhyun yang sangat berbeda, Hyeri menjawab dengan terbata, “A-aku hanya mengatakan bahwa darah campuran itu merayumu hingga kau mau menjadi kekasihnya.” Ia menunduk tidak sanggup menatap orbs milik Kyuhyun.

“Darah campuran katamu?” Mendengar nada aneh dari suara Kyuhyun Hyeri mengangkat pandangannya. Dan ia menyesalinya. Kyuhyun menatapnnya dengan api amarah berkobar di orbs hitamnya.

“Kau wanita sialan, kau pikir lebih baik dari kekasihku? Aku masih belum menerima tindakannmu menampar Yoona beberapa bulan yang lalu, dan sekarang kau membuatku tidak bisa mengenalkan Yoona dengan baik, lancang.”

Harusnya Hyeri tidak menantang Kyuhyun yang sedang marah. Itu jika akal sehatnya masih berfungsi. Namun cemburu memakan akal sehatnya dan ia meledak dalam amarah. “Apa yang kau lihat dari jalang itu, hah! Dia tidak lebih dari seorang darah campuran yang kehadirannya adalah sebuah kesalahan di dunia kita!” teriaknya histeris.

“Kau!” Kyuhyun kembali mengeratkan cengkeramannya pada leher rapuh Hyeri dan tepat pada saat ia melihat Hyeri hampir kehabisan napas, teriakan dari belakangnya membuat Kyuhyun menoleh.

“Lepaskan wanita itu, Kyu.”

“Eunhyuk benar. Kau harus melepaskannya, membunuh sesama makhluk ciptaan Dia adalah dosa besar. Kau tahu itu dengan baik. Dan Yoona tidak akan menyukainya, jika tahu kau membunuh karena dirinya.”

Nama Yoona berhasil membuat orbs Kyuhyun melembut sebelum suara tercekik terdengar dari wanita yang cekik. “Ingat ini baik-baik. Jauhi Yoona dan keluargaku. Menghilanglah dari pandanganku. Sampai aku melihat sosokmu….” Kyuhyun mendekatkan bibirnya ke telinga Hyeri, “kau mati.” Dengan satu sentakan kuat, Kyuhyun membenturkan tubuh Hyeri di dinding tempatnya bersandar dengan keras. Hyeri kehilangan kesadarannya.

“Kyuhyun!” dua  teriakan menggema di dalam gedung itu. si pelaku hanya memberi mereka seringai kejam sebelum tanpa rasa bersalah meninggalkan tubuh Hyeri yang terbaring di lantai berdebu.

Hyeri mengurung dirinya dalam kamar miliknya selama dua minggu. Menghindari pertanyaan kedua orang tuanya yang menanyakan alasan ia mengurung diri. Hyeri masih ingat, ia terbangun di lantai berdebu dan dua malaikat pria berada tidak jauh darinya.

Rasa nyeri dari leher, punggung, dan kepalanya membuat ingatan mengerikan tentang Kyuhyun muncul. Ia terpekik ketakutan, membuat salah satu malaikat pria itu bergerak mendekat.

Choi Siwon menatapnya dengan pandangan datar. Membantunya berdiri dan teman pria itu menyarankan agar mereka meninggalkan gedung itu.

Ucapan Siwon yang menyuruhnya untuk menutup mulutnya terhadap kejadian malam itu, bergema di kepalanya. Dan membuat tekad Hyeri untuk tidak memberitahu ayahnya semakin kuat.

“Tutup mulutmu, kalau kau masih ingin merasakan indahnya dunia. Kau tahu Kyuhyun bisa membunuhmu jika kami tidak datang.”

Dan perkataan Siwon masih membuatnya bergetar ketakutan.

Advertisements